Industri Nikel di Maluku Utara Pacu Pergerakan Ekonomi
Jum'at, 25 Juni 2021 - 07:15 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungannya ke PT IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Foto/Ist
A
A
A
HALMAHERA TENGAH - Investasi di Maluku Utara (Malut) terus meningkat. Malut termasuk salah satu dari empat provinsi di Indonesia yang tidak mengalami kontraksi ekonomi dampak dari pandemi COVID-19.
Baca juga: 22 Tahun Alot, Sofifi Bakal Dijadikan Kawasan Khusus Ibu Kota Maluku Utara
Meningkatnya investasi di Malut berkat keberadaan industri hilirisasi nikel di Halmahera yang membantu pergerakan ekonomi masyarakat di provinsi tersebut. Salah satu industri hilirisasi nikel di Malut adalah PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berada di Halmahera Tengah.
Baca juga: Agus Purwanto, Pria Kalem yang Hancurkan Rumah Mewah karena Dikhianati Istri
“Saya kira pertumbuhan ekonomi ini salah satu dari empat kota di Indonesia yang tidak tidak kontraksi. Pertumbuhan di sini 7 persen. Padahal secara nasional kita masih minus nol koma sekian persen. Artinya keberadaan pabrik ini memberikan manfaat buat daerah,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungannya ke PT IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (22/6/2021).
Luhut mengatakan, salah satu manfaat dari keberadaan PT IWIP terhadap perekonomian Malut adalah terbukanya lapangan kerja yang sangat luas. Saat ini saja, lanjutnya, sudah ada sekitar 23.000 pegawai dan akan terus bertambah ke depannya.
“Jadi, total pegawai akan mencapai 32.000 orang pada tahun 2024. Tapi kalau nanti pengembangan lagi sampai kepada turunan lithium baterai, saya kira jumlah pegawai itu akan bisa hampir dua kali lipat dari situ. Nah, akibatnya apa? Itu jumlah penduduk daerah ini kan cuma 70.000, jadi sampai anak-anak yang baru lahir pun tidak cukup untuk tenaga kerja di sini,” imbuhnya.
Baca juga: 22 Tahun Alot, Sofifi Bakal Dijadikan Kawasan Khusus Ibu Kota Maluku Utara
Meningkatnya investasi di Malut berkat keberadaan industri hilirisasi nikel di Halmahera yang membantu pergerakan ekonomi masyarakat di provinsi tersebut. Salah satu industri hilirisasi nikel di Malut adalah PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berada di Halmahera Tengah.
Baca juga: Agus Purwanto, Pria Kalem yang Hancurkan Rumah Mewah karena Dikhianati Istri
“Saya kira pertumbuhan ekonomi ini salah satu dari empat kota di Indonesia yang tidak tidak kontraksi. Pertumbuhan di sini 7 persen. Padahal secara nasional kita masih minus nol koma sekian persen. Artinya keberadaan pabrik ini memberikan manfaat buat daerah,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungannya ke PT IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (22/6/2021).
Luhut mengatakan, salah satu manfaat dari keberadaan PT IWIP terhadap perekonomian Malut adalah terbukanya lapangan kerja yang sangat luas. Saat ini saja, lanjutnya, sudah ada sekitar 23.000 pegawai dan akan terus bertambah ke depannya.
“Jadi, total pegawai akan mencapai 32.000 orang pada tahun 2024. Tapi kalau nanti pengembangan lagi sampai kepada turunan lithium baterai, saya kira jumlah pegawai itu akan bisa hampir dua kali lipat dari situ. Nah, akibatnya apa? Itu jumlah penduduk daerah ini kan cuma 70.000, jadi sampai anak-anak yang baru lahir pun tidak cukup untuk tenaga kerja di sini,” imbuhnya.
Lihat Juga :