Bupati Pinrang Tinjau Lokasi Longsor di Desa Sali-sali Lembang
Selasa, 22 Juni 2021 - 16:50 WIB
loading...
Bupati Pinrang, Irwan Hamid saat meninjau bencana longsor di Desa Sali-sali, Kecamatan Lembang, Selasa (22/6). Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle
A
A
A
PINRANG - Bupati Pinrang , Irwan Hamid meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Sali-sali, Kecamatan Lembang, Selasa (22/6). Bencana terjadi pada hari Minggu sore, tepatnya di Jalan Poros Sali-sali menuju Desa Suppiran, Dusun Silu.
"Curah hujan yang tinggi, memicu terjadinya longsor , dan materialnya menutupi akses jalan di Sali-sali hingga 40 meter," jelas Camat Lembang, Muhammad Yusuf.
Baca juga:Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Lansia Pinrang Terbaik di Sulsel
Akibatnya, kata Yusuf, jalan di desa tersebut sulit diakses kendaraan roda empat maupun roda dua. Desa Sali-sali, kata dia, memang kerap menjadi langganan longsor karena karakteristik struktur tanah di wilayah tersebut yang rawan terjadi longsor ."Terlebih ketika curah hujan yang tinggi," ujarnya.
Bupati Pinrang, Irwan Hamid mengatakan, kunjungan yang dilakukan pihaknya, turut melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Pinrang, Dinas Pertanian dan Hortikultura Pinrang, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Pinrang, yang selanjutnya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan langkah penanganan selanjutnya.
"Curah hujan yang tinggi, memicu terjadinya longsor , dan materialnya menutupi akses jalan di Sali-sali hingga 40 meter," jelas Camat Lembang, Muhammad Yusuf.
Baca juga:Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Lansia Pinrang Terbaik di Sulsel
Akibatnya, kata Yusuf, jalan di desa tersebut sulit diakses kendaraan roda empat maupun roda dua. Desa Sali-sali, kata dia, memang kerap menjadi langganan longsor karena karakteristik struktur tanah di wilayah tersebut yang rawan terjadi longsor ."Terlebih ketika curah hujan yang tinggi," ujarnya.
Bupati Pinrang, Irwan Hamid mengatakan, kunjungan yang dilakukan pihaknya, turut melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Pinrang, Dinas Pertanian dan Hortikultura Pinrang, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Pinrang, yang selanjutnya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan langkah penanganan selanjutnya.
Lihat Juga :