Lewat Webinar, LKBN Antara Bekali Jurnalis Tangkal Hoaks
Selasa, 22 Juni 2021 - 14:13 WIB
loading...
Peserta webinar Peran Media di Tengah Informasi Hoax di Masyarakat yang diselenggarakan LKBM Antara, Selasa (22/6)
A
A
A
MAKASSAR - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara menggelar webinar untuk membekali sejumlah jurnalis menangkal hoaks agar tidak beredar di tengah masyarakat, Selasa (22/6/2021).
Webinar tersebut mengangkat tema "Peran media di tengah informasi hoaks di masyarakat". Webinar menghadirkan Co-Founder dan Fact-Check Specialist Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Aribowo Sasmito dan Kepala Unit Konten Komersil dan Kerja Sama LKBN Antara, Panca Hari Prabowo.
Baca juga:Sebar Hoaks Kaca Mobil Dipecah karena Tolak Pungli, Sopir Ini Minta Maaf
Pada kesempatan tersebut webinar dibuka Direktur Pemberitaan LBKN Antara Munir. Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan untuk membekali para wartawan tentang hoaks yang bertebaran di media sosial.
Selain itu, Munir berharap bahwa kegiatan ini bisa membangun masyarakat pers yang sehat dan bisa memberikan informasi benar-benar fakta di tengah masyarakat.
"Ini menjadi tugas para wartawan, untuk memberikan informasi yang tidak menyesatkan masyarakat," kata dia.
Baca juga:Andi Arief Kesal Diserang Hoaks, Netizen: Laporkan Dong
Dia menjelaskan, tugas dan fungsi wartawan memang harus meneliti semua informasi yang beredar. "Termasuk melakukan verifikasi untuk mengetahui kebenaran sumber informasi tersebut," tandasnya.
Webinar tersebut dikhususkan bagi jurnalis di wilayah Sulawesi dengan total 55 peserta. Mereka berasal dari Sulawesi Selatan, Barat, Tengah, Utara hingga Gorontalo.
Co-Founder dan Fact-Check Specialist Mafindo, Aribowo Sasmito dalam pemaparannya mengatakan, untuk menangkal hoaks butuh sejumlah tools, terlebih di internet saat ini banyak informasi yang beredar.
Baca juga:Hoaks Vaksin Corona Dinilai Bisa Rugikan Program Vaksinasi Nasional
"Banyak kasus hoaks yang terjadi. Padahal ini bisa saja menimbulkan masalah di tengah masyarakat," katanya.
Untuk itu dirinya berharap peran media untuk lebih memverifikasi informasi dan lebih jeli menggunakan tools melakukan cek fakta.
Kepala Unit Konten Komersil dan Kerja Sama LKBN Antara, Panca Hari Prabowo mengatakan, pihak Antara memang berupaya terus mengantisipasi hoaks .
Baca juga:BPKH Tegaskan Pengelolaan Dana Haji Bikin Jamaah Untung
"Apalagi berita kami dikutip oleh media lain. Sehingga kami harus betul-betul menyajikan berita yang sudah terverifikasi dengan baik," katanya.
Dirinya mengatakan, pihaknya bahkan membuat cek fakta di web Antara, agar bisa dikontrol terus menerus. "Ini diharapkan bisa juga diterapkan media lain, supaya hoaks bisa ditekan," ungkapnya.
Webinar tersebut mengangkat tema "Peran media di tengah informasi hoaks di masyarakat". Webinar menghadirkan Co-Founder dan Fact-Check Specialist Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Aribowo Sasmito dan Kepala Unit Konten Komersil dan Kerja Sama LKBN Antara, Panca Hari Prabowo.
Baca juga:Sebar Hoaks Kaca Mobil Dipecah karena Tolak Pungli, Sopir Ini Minta Maaf
Pada kesempatan tersebut webinar dibuka Direktur Pemberitaan LBKN Antara Munir. Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan untuk membekali para wartawan tentang hoaks yang bertebaran di media sosial.
Selain itu, Munir berharap bahwa kegiatan ini bisa membangun masyarakat pers yang sehat dan bisa memberikan informasi benar-benar fakta di tengah masyarakat.
"Ini menjadi tugas para wartawan, untuk memberikan informasi yang tidak menyesatkan masyarakat," kata dia.
Baca juga:Andi Arief Kesal Diserang Hoaks, Netizen: Laporkan Dong
Dia menjelaskan, tugas dan fungsi wartawan memang harus meneliti semua informasi yang beredar. "Termasuk melakukan verifikasi untuk mengetahui kebenaran sumber informasi tersebut," tandasnya.
Webinar tersebut dikhususkan bagi jurnalis di wilayah Sulawesi dengan total 55 peserta. Mereka berasal dari Sulawesi Selatan, Barat, Tengah, Utara hingga Gorontalo.
Co-Founder dan Fact-Check Specialist Mafindo, Aribowo Sasmito dalam pemaparannya mengatakan, untuk menangkal hoaks butuh sejumlah tools, terlebih di internet saat ini banyak informasi yang beredar.
Baca juga:Hoaks Vaksin Corona Dinilai Bisa Rugikan Program Vaksinasi Nasional
"Banyak kasus hoaks yang terjadi. Padahal ini bisa saja menimbulkan masalah di tengah masyarakat," katanya.
Untuk itu dirinya berharap peran media untuk lebih memverifikasi informasi dan lebih jeli menggunakan tools melakukan cek fakta.
Kepala Unit Konten Komersil dan Kerja Sama LKBN Antara, Panca Hari Prabowo mengatakan, pihak Antara memang berupaya terus mengantisipasi hoaks .
Baca juga:BPKH Tegaskan Pengelolaan Dana Haji Bikin Jamaah Untung
"Apalagi berita kami dikutip oleh media lain. Sehingga kami harus betul-betul menyajikan berita yang sudah terverifikasi dengan baik," katanya.
Dirinya mengatakan, pihaknya bahkan membuat cek fakta di web Antara, agar bisa dikontrol terus menerus. "Ini diharapkan bisa juga diterapkan media lain, supaya hoaks bisa ditekan," ungkapnya.
(luq)
Lihat Juga :