Relawan Prinsip.id BEM FIP UNM Bakti Sosial di Kampung Babangeng Bantaeng
Jum'at, 18 Juni 2021 - 22:38 WIB
loading...
Relawan Prinsip .id BEM FIP UNM saat menggelar bakti sosial di Kampung Babangeng, Bantaeng. Foto: Istimewa
A
A
A
BANTAENG - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM), membentuk komunitas Pemerhati Anak Sipil Indonesia (Prinsip.id) sebagai pengabdian pendidikan di daerah pelosok.
Relawan yang tergabung dalam Prinsip.id menjalankan bakti sosial di Kampung Babangeng, Desa Pabbumbungan, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, selama dua pekan mulai 10 hingga 21 Juni. Baksos diakhiri dengan seminar literasi nasional di Balai Kartini, Bantaeng.
Baca juga:Terpilih Aklamasi, Faharuddin Bintang Nahkodai IKA Sosiologi FIS UNM
Presiden BEM FIP UNM, Andi Ahmad Farid Kafrawi AS menerangkan, pembentukan relawan Prinsip.id ini merupakan inovasi baru pengurus sebagai penggerak pendidikan bagi anak negeri di daerah pelosok.
Farid menyebut, relawan Prinsip.id adalah sekelompok mahasiswa FIP yang punya perhatian lebih terhadap pendidikan di pelosok dan telah menjalani proses perekrutan dan pembekalan sebelum mengikuti bakti sosial tersebut.
Baca juga:Orasi di Wisuda UNM, Menristek Tekankan Pentingnya Budaya Inovasi
"Kami ingin baksos ini, sebagai salah satu bentuk pengabdian yang diberikan kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak negeri di daerah yang masih kurang tersentuh fasilitas yang memadai," tuturnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (18/6).
Pria asal Luwu Timur itu juga mengatakan bahwa Prinsip.id akan terus berkelanjutan dengan melakukan perekturan relawan baru serta menjalankan pengabdian di daerah pelosok lain usai sukses berkegiatan di Kampung Babangeng, Bantaeng.
Baca juga:Bantu Suku Kajang, Mahasiswa UNM Raih Hibah PKM Kementerian Pendidikan
"Kedepan kita akan terus pantau perkembangan di Babangeng dan melakukan kunjungan berkala. Serta kami juga berharap untuk pengurus selanjutnya di BEM FIP UNM bersama rekrutmen baru Prinsip.id meningkatkan kualitas sumber daya manusia (mahasiswa) untuk pengabdian di daerah pelosok lainnya," harapnya.
Adapun rangkaian kegiatan tersebut yakni pembentukan anak binaan warga desa (narasi), kelas pendidikan karakter, kelas baca tulis hitung (calistung), kelas mewarnai, dan diakhiri dengan seminar literasi nasional.
Relawan yang tergabung dalam Prinsip.id menjalankan bakti sosial di Kampung Babangeng, Desa Pabbumbungan, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, selama dua pekan mulai 10 hingga 21 Juni. Baksos diakhiri dengan seminar literasi nasional di Balai Kartini, Bantaeng.
Baca juga:Terpilih Aklamasi, Faharuddin Bintang Nahkodai IKA Sosiologi FIS UNM
Presiden BEM FIP UNM, Andi Ahmad Farid Kafrawi AS menerangkan, pembentukan relawan Prinsip.id ini merupakan inovasi baru pengurus sebagai penggerak pendidikan bagi anak negeri di daerah pelosok.
Farid menyebut, relawan Prinsip.id adalah sekelompok mahasiswa FIP yang punya perhatian lebih terhadap pendidikan di pelosok dan telah menjalani proses perekrutan dan pembekalan sebelum mengikuti bakti sosial tersebut.
Baca juga:Orasi di Wisuda UNM, Menristek Tekankan Pentingnya Budaya Inovasi
"Kami ingin baksos ini, sebagai salah satu bentuk pengabdian yang diberikan kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak negeri di daerah yang masih kurang tersentuh fasilitas yang memadai," tuturnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (18/6).
Pria asal Luwu Timur itu juga mengatakan bahwa Prinsip.id akan terus berkelanjutan dengan melakukan perekturan relawan baru serta menjalankan pengabdian di daerah pelosok lain usai sukses berkegiatan di Kampung Babangeng, Bantaeng.
Baca juga:Bantu Suku Kajang, Mahasiswa UNM Raih Hibah PKM Kementerian Pendidikan
"Kedepan kita akan terus pantau perkembangan di Babangeng dan melakukan kunjungan berkala. Serta kami juga berharap untuk pengurus selanjutnya di BEM FIP UNM bersama rekrutmen baru Prinsip.id meningkatkan kualitas sumber daya manusia (mahasiswa) untuk pengabdian di daerah pelosok lainnya," harapnya.
Adapun rangkaian kegiatan tersebut yakni pembentukan anak binaan warga desa (narasi), kelas pendidikan karakter, kelas baca tulis hitung (calistung), kelas mewarnai, dan diakhiri dengan seminar literasi nasional.
(luq)
Lihat Juga :