Pengungsi Asal Luar Negeri di Makassar Kini Dipantau Lewat Aplikasi

Kamis, 17 Juni 2021 - 14:19 WIB
loading...
Pengungsi Asal Luar...
Rudenim Makassar akan pantau pengungsi asing lewat aplikasi. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar, bakal memantau sekitar 1.628 pengungsi asing asal luar negeri lewat aplikasi digital Electronic Immigrant Mobile Administration (E-Motion).

Kepala Rudenim Makassar , Alimuddin mengatakan, aplikasi itu ada berangkat dari kondisi pengungsi yang dianggap cukup banyak di Kota Makassar. Tercatat hingga Juni 2021, tercatat ada 1.628 orang pengungsi.

Aplikasi digital tersebut resmi diluncurkan di Kantor Rudenim Makassar, Desa Timbuseng, Kabupaten Gowa, kemarin. Alimuddin mengklaim aplikasi tersebut akan memudahkan pengawasan.

Baca Juga: Rudenim Makassar Terima WN Thailand yang Tersesat di Ambon 13 Tahun

Dia menjelaskan, ribuan pengungsi luar negeri tersebut tersebar 20 Community House (CH) atau rumah penampungan sementara di sejumlah kecamatan di Kota Makassar. Terbanyak adalah Kecamatan Tamalanrea dan Tamalate.

Selama ini kata Alimuddin, pengungsi asing yang masuk ke Makassar harus lebih dulu melaporkan diri ke Rudenim Makassar. Lokasinya, di Jalan Lapas Bolangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Jarak yang cukup jauh dari Kota Makassar, membuat pengungsi asing merasa kesulitan. Kesulitan tersebut menurutnya, juga menjadi hambatan bagi petugas dalam meregistrasi pengungsi yang baru sebelum ditempatkan di lokasi penampungan.

"Jadi untuk mempermudah pelaporan pengungsi yang tadinya pengungsi tiap bulan harus datang ke Rudenim Makassar ini dengan jarak tempuh yang jauh. Sekarang sudah bisa melalui aplikasi E-Motion ini. Tidak perlu repot-repot lagi ke sini (kantor Rudenim)," urai Alimuddin.

Aplikasi ini juga diklaim memudahkan petugas dalam mengawasi aktivitas setiap pengungsi resmi di Makassar . Mereka dengan mudah teridentifikasi apabila berbuat pelanggaran hukum di tempat tinggalnya. "Dibuat khusus bagi pengungsi rudenim," ucap Alimuddin.

Aplikasi E-Motion selanjutnya akan langsung disosialisasikan kepada seluruh pengungsi asing di Makassar. Dengan begitu, mereka dapat mengetahui, persyaratan ketika akan mendaftarkan diri sebagai pengungsi resmi di bawah pengawasan Rudenim Makassar.

Baca Juga: Tengok Warganya, Konjen Filipina Apresiasi Pelayanan Rudenim Makassar

E-Motion dapat diakses di dalam laman https:/rudenimmakassar.kemenkumham.go.id/. Pengungsi atau user kemudian memasukkan data diri sesuai dengan kartu identitas pengungsi yang dimiliki masing-masing. Ada banyak pilihan menu yang bisa mengantarkan pengungsi mendapat informasi yang dibutuhkan.

Selain itu, Alimuddin juga menjamin keamanan data pengungsi. "Yang bisa hanya pengungsi saja sama user yaitu Petugas Rudenim, Kesbangpol, Kepolisian, dan UNHCR. Alasannya kita tidak buka untuk umum karena inikan menyangkut data pribadi seseorang," tegasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel Harun Sulianto mengapresiasi capaian satkernya ini. Menurutnya aplikasi E-Motion merupakan inovasi transformasi informasi untuk mempermudah pelayanan dan pengawasan bagi pengungsi yang dimandatkan kepada Rudenim Makassar.

Baca Juga: Perketat Pengawasn Rudenim Makassar Bekali Kartu Identitas untuk Imigran

"Saya sampaikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Rudenim Makassar berikut jajarannya atas upaya dalam memberikan pelayanan publik yang berberkualitas semoga terobosan dalam inovasi apikasi ini terus berkembang dan menjadi budaya serta inspirasi bagi Satker lainnya," ujar Harun.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran di Tambora...
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi
Kondisi Pengungsi Moskona...
Kondisi Pengungsi Moskona Teluk Bintuni Memprihatinkan Pascaserangan Separatis Papua
Banjir Demak, Jumlah...
Banjir Demak, Jumlah Pengungsi Bertambah Menjadi 2.839 Jiwa
Data Terkini Pengungsi...
Data Terkini Pengungsi Bencana Sumatera, 12.994 Orang Masih Tinggal di Tenda
Jumlah Pengungsi Korban...
Jumlah Pengungsi Korban Bencana Sumatera Berkurang dari 2 Juta Kini Tersisa 74.369 Jiwa
2.453 Warga Mengungsi...
2.453 Warga Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Padasari Tegal
Pengungsi Turun 99,63...
Pengungsi Turun 99,63 Persen, DPR Puji Kinerja Satgas PRR Tangani Bencana di Sumatera
Satgas Percepatan Rehabilitasi...
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fokus Wujudkan Nol Pengungsi di Tenda
Update Hari Ini, Jumlah...
Update Hari Ini, Jumlah Pengungsi Bencana Sumatera 105.842 Orang
Rekomendasi
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved