Kasus Covid-19 Mulai Tinggi, Depok Kembali Optimalkan Tempat Tidur

Rabu, 16 Juni 2021 - 06:31 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Mulai...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
DEPOK - Jumlah penambahan kasus baru Covid-19 di Kota Depok sejak awal Juni 2021 mulai tinggi. Sehingga tempat tidur di rumah sakit kembali diupayakan untuk melayani pasien Covid-19 . Sebelumnya kasus Covid-19 sempat melandai di Februari-Mei 2021 dan tempat tidur di rumah sakit digunakan untuk pasien non Covid-19.

“Pada waktu lalu, ketika BOR (bed occupancy rate, keterisian tempat tidur) Covid-19 rendah, di bawah 40 persen, ada beberapa rumah sakit yang memanfaatkan ruang isolasi itu untuk perawatan pasien non-Covid-19,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kepada wartawan di Depok, Selasa 15 Juni 2021. Baca juga: Satgas Covid Depok Temukan 40 Kasus Klaster Libur Lebaran

Dengan peningkatan kasus saat ini maka pihaknya meminta agar rumah sakit untuk mengoptimalkan kembali ruang isolasi.

“Saat ini mulai konsolidasi lagi rumah sakit. Kami pun mengimbau kepada rumah sakit untuk mengaktifkan kembali ruang-ruang isolasi yang kemarin digunakan untuk pasien non-Covid-19,” tukasnya.

Dadang menjelaskan dalam dua pekan terakhir, BOR Covid-19 di Depok bertambah cukup cepat. Saat ini, tingkat BOR Covid-19 di Depok sudah lebih dari 60 persen.

Jumlah ini di atas ambang batas WHO. Pada 31 Mei 2021, itu BOR solasi itu 31,4 persen, pada 13 Juni 2022 kemarin datanya 61,7 persen. Baca juga: Satgas Covid Depok Sebut Prosesi Pemakaman Habib Musthofa Sesuai Protokol Kesehatan

“Untuk BOR ICU, pada 31 Mei 2021 47,2 persen terisi. Per 13 Juni 2021 66,1 persen. Mudah-mudahan ini tidak terus bertambah,” jelasnya.

Peningkatan kasus tidak hanya terjadi di Kota Depok, tetapi juga di DKI Jakarta dan kota penyangga lain. Peningkatan kasus terjadi setelah libur lebaran 2021. Di Kota Depok sendiri baru ditemukan puluhan kasus klaster libur lebaran. Hal itu diketahui setelah Satgas melakukan tracing.
“Kami mengidentifikasi hasil tracing kita sementara ada 40 kasus dari klaster libur lebaran. Itu tersebar di semua kecamatan. Klaster libur lebaran berbeda dengan klaster halal bihalal. Klaster libur lebaran itu mereka keluar Depok biasanya,” pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makna Disunnahkannya...
Makna Disunnahkannya Mengibas Tempat Tidur, Begini Penjelasannya
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Matras Inovatif dengan...
Matras Inovatif dengan Benaman Teknologi Smart String
Rekomendasi
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved