NU Jakpus Nilai Pajak Pendidikan Bukti Pemerintah Boros

Senin, 14 Juni 2021 - 21:26 WIB
loading...
NU Jakpus Nilai Pajak...
Jika dunia pendidikan dikenakan pajak layaknya kendaraan ini sangat mencederai cita-cita anak bangsa dan bukti pemerintah boros kebijakan. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kebijakan pendidikan adalah bekal utama untuk memajukan agama dan bangsa. Melalui pendidikan setiap orang akan mengerti sesuatu hal yang bermanfaat atau tidak. Namun, jika dunia pendidikan dikenakan pajak layaknya kendaraan ini sangat mencederai cita-cita anak bangsa dan juga bukti pemerintah boros kebijakan.

Hal ini disampaikan Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifuddin dalam pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Kecamatan Senen di Kantor Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (12/6/2021).
Baca juga: Pajak Pendidikan dan Sembako, KH Cholil Nafis: Harusnya Dibantu Bukan Dipajaki

“Seharusnya pendidikan di Indonesia dibuat secara gratis dalam biaya, seperti di Swedia, Denmark, Finlandia dan negara lainnya,” ujarnya.
NU Jakpus Nilai Pajak Pendidikan Bukti Pemerintah Boros

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Kecamatan Senen di Kantor Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (12/6/2021). Foto: Ist

Gus Syaifuddin menjelaskan pendidikan adalah kunci utama akan sejahtera atau tidak sebuah bangsa. Jika dunia pendidikan dibebani pajak kekhawatiran kita ini ada indikasi menuju ketidaksejahteraan.
Baca juga: Berbagi Tugas, PAN dan Muhammadiyah Tolak Pajak Pendidikan

“Bisa jadi hanya orang yang punya uang saja yang dapat merasakan pendidikan berkualitas dan mewah. Lalu orang-orang yang tak mampu hanya mendapatkan sisanya,” katanya.

Kandidat Doktor Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta ini mengatakan secara pribadi dan Ketua PCNU Jakarta Pusat menolak jika disahkan pajak pendidikan. “Rencana pajak pendidikan bukan solusi yang pas di saat pandemi seperti ini. Solusi dari saya adalah pemerintah harus bisa hemat dan menekankan pengeluaran anggaran bukan membuka rencana atau kebijakan pajak pendidikan,” tegas Gus Syaifuddin.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Jelang Muktamar, Kiai...
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Rekomendasi
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Berita Terkini
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved