Yayasan Hadji Kalla Bantu Anak Duafa Lanjutkan Pendidikan
Selasa, 08 Juni 2021 - 17:38 WIB
loading...
Manager Educare, Suharto Parai saat memberikan sambutan di wisuda penamatan siswa SMP dan SMA Athirah Bone di Novena Hotel Bone. Foto: Istimewa
A
A
A
BONE - Yayasan Hadji Kalla melalui Tim Bidang Educare melakukan monitoring program di Sekolah Islam Athirah (SIA) Bone, Kabupaten Bone pada 4 sampai 6 Juni 2021. Tim monitoring dipimpin Manager Bidang Pendidikan (Educare) Yayasan Hadji Kalla , Suharto Parai, didampingi Officer Program Muhammad Syafei Karsali.
Kepala Sekolah Islam Athirah Bone, Syamsul Bahri menjelaskan, sejak pertama berjalan, jalur penerimaan siswa dengan beasiswa dari Yayasan Hadji Kalla , SIA Bone telah berkomitmen untuk mengawal prosesnya dari awal hingga akhir.
Baca juga:YHK dan BPJS Kesehatan Bantu Warga Duafa di Kota Makassar
"Untuk program beasiswa yang kita buka, baik di jenjang SMA dan juga SMP, kami dari SIA Bone telah berkomitmen untuk mengawal semua prosesnya dari awal hingga akhir, kami dan para guru serta staf memastikan bahwa para calon siswa yang mengikuti seleksi sebagai calon penerima manfaat betul-betul layak, baik dari segi kemampuan ekonomi keluarganya hingga prestasi akademik,” jelasnya.
Syamsul melanjutkan, saat ini telah memasuki tahapan proses seleksi yang dilakukan di berbagai wilayah kabupaten dan kota, termasuk di Kabupaten Bone. Untuk kuotanya, tahun ini ada 40 kursi beasiswa untuk jenjang SMA dan 40 untuk jenjang SMP. Syaratnya, yang paling utama adalah terkait tes, di mana para calon siswa, harus bisa lolos dari tes yang dilakukan langsung dengan berbagai format seleksi ketat.
"Hal itu kita lakukan karena kami dan tim tidak sepenuhnya percaya pada nilai akumulasi rapor dari sekolah, itulah kenapa kami menetapkan seleksi dengan tes yang kami rancang dan lakukan secara mandiri,” urai Syamsul.
Selain itu, ada pula wawancara dan survei kelayakan ekonomi dari para pendaftar, semuanya dilakukan secara transparan dan mandiri oleh tim SIA Bone. “Kita juga melakukan wawancara untuk para pendaftar, ada juga proses survei yang dilakukan oleh tim untuk melihat kelayakan ekonominya, agar kami betul yakin bahwa anak tersebut layak sebagai penerima zakat. Jika di kemudian hari kita dapat ada di antara mereka yang melakukan pemalsuan data, maka akan kami hentikan beasiswanya langsung,” tandas Syamsul.
Kepala SMP Athirah, Erni menjelaskan, dana LAZ Yayasan Hadji Kalla murni digunakan untuk pembiayaan siswa penerima beasiswa, mulai dari keperluan akademik hingga biaya makan.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Salurkan Bantuan Tahap Dua untuk Korban Gempa
“Untuk teman-teman ketahui juga bahwa dana yang masuk ke SIA Bone ada 3 pak, yakni dari Athirah sendiri, ada dari LAZ Yayasan Kalla dan juga ada dari dana BOS (biaya operasional sekolah) dari pemerintah dan semuanya dikelola sesuai porsinya, tidak ada yang kita campur, terutama untuk dana LAZ kita betul-betul peruntukkan untuk biaya akademik bagi anak-anak penerima beasiswa”, jelasnya.
Selain melakukan monitoring program beasiswa, Tim Educare Yayasan Hadji Kalla juga menghadiri wisuda penamatan siswa SMP dan SMA Athirah Bone di Novena Hotel Bone.
Dalam sambutannya, Manager Educare, Suharto Parai menyampaikan Yayasan Hadji Kalla akan terus berkomitmen dalam membantu para siswa dhuafa untuk bisa terus melanjutkan pendidikan yang layak termasuk bersekolah di SIA Bone.
"Adalah sebuah kesyukuran melihat hari ini anak-anak kita bisa lulus dan beberapa di antara mereka yang sudah diterima di berbagai perguruan tinggi. Saya juga sampaikan bahwa kami di Yayasan Hadji Kalla akan terus berkomitmen untuk membantu anak-anak dari kalangan duafa agar bisa terus bersekolah dan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Muhammad Nizam, salah seorang siswa penerima beasiswa yang berasal dari Sabah, Malaysia, menyampaikan terima kasih dan kesyukurannya karena telah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di SIA Bone. Walapun lahir dan besar di Sabah, Nizam tetap berkewarganegaraan Indonesia karena ia adalah anak keturunan Bone dari sang ayah dan Ibu yang berasal dari Sulawesi Tengah.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Serahkan Bantuan Alkes ke Gubernur Sulsel
Nizam yang saat ini menduduki kelas X SMA, mendapat beasiswa untuk sekolah di SIA Bone setelah lulus di Sekolah Indonesia yang ada di Sabah. Dia mengikuti seleksi dan lolos sebagai salah satu penerima beasiswa.
"Saya bangga dengan pencapaian itu dan saya berterima kasih kepada Yayasan Hadji Kalla karena telah memberikan kesempatan untuk saya melanjutkan pendidikan di sini, di tanah kelahiran ayah. Saya percaya bahwa dengan pendidikan, kita semua bisa sukses, dan suatu saat, ketika telah lulus dari sini dan sukses, saya berharap bisa membawa kedua orang tua kembali untuk tinggal di Indonesia,” papar nizam kepada tim Yayasan Hadji Kalla .
Kepala Sekolah Islam Athirah Bone, Syamsul Bahri menjelaskan, sejak pertama berjalan, jalur penerimaan siswa dengan beasiswa dari Yayasan Hadji Kalla , SIA Bone telah berkomitmen untuk mengawal prosesnya dari awal hingga akhir.
Baca juga:YHK dan BPJS Kesehatan Bantu Warga Duafa di Kota Makassar
"Untuk program beasiswa yang kita buka, baik di jenjang SMA dan juga SMP, kami dari SIA Bone telah berkomitmen untuk mengawal semua prosesnya dari awal hingga akhir, kami dan para guru serta staf memastikan bahwa para calon siswa yang mengikuti seleksi sebagai calon penerima manfaat betul-betul layak, baik dari segi kemampuan ekonomi keluarganya hingga prestasi akademik,” jelasnya.
Syamsul melanjutkan, saat ini telah memasuki tahapan proses seleksi yang dilakukan di berbagai wilayah kabupaten dan kota, termasuk di Kabupaten Bone. Untuk kuotanya, tahun ini ada 40 kursi beasiswa untuk jenjang SMA dan 40 untuk jenjang SMP. Syaratnya, yang paling utama adalah terkait tes, di mana para calon siswa, harus bisa lolos dari tes yang dilakukan langsung dengan berbagai format seleksi ketat.
"Hal itu kita lakukan karena kami dan tim tidak sepenuhnya percaya pada nilai akumulasi rapor dari sekolah, itulah kenapa kami menetapkan seleksi dengan tes yang kami rancang dan lakukan secara mandiri,” urai Syamsul.
Selain itu, ada pula wawancara dan survei kelayakan ekonomi dari para pendaftar, semuanya dilakukan secara transparan dan mandiri oleh tim SIA Bone. “Kita juga melakukan wawancara untuk para pendaftar, ada juga proses survei yang dilakukan oleh tim untuk melihat kelayakan ekonominya, agar kami betul yakin bahwa anak tersebut layak sebagai penerima zakat. Jika di kemudian hari kita dapat ada di antara mereka yang melakukan pemalsuan data, maka akan kami hentikan beasiswanya langsung,” tandas Syamsul.
Kepala SMP Athirah, Erni menjelaskan, dana LAZ Yayasan Hadji Kalla murni digunakan untuk pembiayaan siswa penerima beasiswa, mulai dari keperluan akademik hingga biaya makan.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Salurkan Bantuan Tahap Dua untuk Korban Gempa
“Untuk teman-teman ketahui juga bahwa dana yang masuk ke SIA Bone ada 3 pak, yakni dari Athirah sendiri, ada dari LAZ Yayasan Kalla dan juga ada dari dana BOS (biaya operasional sekolah) dari pemerintah dan semuanya dikelola sesuai porsinya, tidak ada yang kita campur, terutama untuk dana LAZ kita betul-betul peruntukkan untuk biaya akademik bagi anak-anak penerima beasiswa”, jelasnya.
Selain melakukan monitoring program beasiswa, Tim Educare Yayasan Hadji Kalla juga menghadiri wisuda penamatan siswa SMP dan SMA Athirah Bone di Novena Hotel Bone.
Dalam sambutannya, Manager Educare, Suharto Parai menyampaikan Yayasan Hadji Kalla akan terus berkomitmen dalam membantu para siswa dhuafa untuk bisa terus melanjutkan pendidikan yang layak termasuk bersekolah di SIA Bone.
"Adalah sebuah kesyukuran melihat hari ini anak-anak kita bisa lulus dan beberapa di antara mereka yang sudah diterima di berbagai perguruan tinggi. Saya juga sampaikan bahwa kami di Yayasan Hadji Kalla akan terus berkomitmen untuk membantu anak-anak dari kalangan duafa agar bisa terus bersekolah dan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Muhammad Nizam, salah seorang siswa penerima beasiswa yang berasal dari Sabah, Malaysia, menyampaikan terima kasih dan kesyukurannya karena telah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di SIA Bone. Walapun lahir dan besar di Sabah, Nizam tetap berkewarganegaraan Indonesia karena ia adalah anak keturunan Bone dari sang ayah dan Ibu yang berasal dari Sulawesi Tengah.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Serahkan Bantuan Alkes ke Gubernur Sulsel
Nizam yang saat ini menduduki kelas X SMA, mendapat beasiswa untuk sekolah di SIA Bone setelah lulus di Sekolah Indonesia yang ada di Sabah. Dia mengikuti seleksi dan lolos sebagai salah satu penerima beasiswa.
"Saya bangga dengan pencapaian itu dan saya berterima kasih kepada Yayasan Hadji Kalla karena telah memberikan kesempatan untuk saya melanjutkan pendidikan di sini, di tanah kelahiran ayah. Saya percaya bahwa dengan pendidikan, kita semua bisa sukses, dan suatu saat, ketika telah lulus dari sini dan sukses, saya berharap bisa membawa kedua orang tua kembali untuk tinggal di Indonesia,” papar nizam kepada tim Yayasan Hadji Kalla .
(luq)
Lihat Juga :