LPSK Dampingi Keluarga Korban saat Autopsi Jenazah Pdt Yeremia di Intan Jaya Papua

Selasa, 08 Juni 2021 - 15:19 WIB
loading...
LPSK Dampingi Keluarga...
Proses autopsi jenazah Pdt Yremia Zanambani dihadiri perwakilan keluarga dengan perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan dihadiri perwakilan Kompolnas, Komnasham, PGI, dan Polda Papua. Foto LPSK
A A A
INTAN JAYA - Polres Intan Jaya melakukan autopsi terhadap jenazah Pdt. Yeremia Zanambani untuk kepentingan proses hukum pada Sabtu (5/6/2021). Proses autopsi oleh tim dokter forensik RSUD Labuang Baji itu dihadiri perwakilan keluarga dengan perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan dihadiri perwakilan Kompolnas, Komnasham, PGI, dan Polda Papua.

Pdt Yeremia Zanambani yang merupakan Ketua Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Hitadipa, Intan Jaya itu tewas setelah ditembak pada Sabtu 19 September 2020. Polres Intan Jaya kemudian menindaklanjuti proses penyelidikan atas peristiwa itu berdasarkan Laporan Polisi No. LP/17-A/IX/2020/Papua/Res Intan Jaya/Sek Sugapa tanggal 20 September 2020.

Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution mengungkapkan, Polres Intan Jaya melakukan autopsi terhadap jenazah korban setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga.

“Pada kasus penembakan Pdt Yeremia, LPSK melindungi beberapa kerabat korban. Pada saat proses autopsi, LPSK membantu menghadirkan dan mendampingi pihak keluarga,” ujar Nasution, dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (8/6/2021).

Masih menurut Nasution, pendampingan dimaksudkan agar keluarga korban mengetahui jalannya proses autopsi. Selain itu, keluarga korban yang semenjak kejadian mengungsi ke Nabire, juga ingin mendoakan dan memberikan pemakaman atau penghormatan yang layak bagi Pdt. Yeremiah, selaku suami, ayah seklaigus tokoh agama di Distrik Hitadipa, Intan Jaya.

Nasution menuturkan, sebelum pelaksanaan autopsi terhadap jenazah Pdt. Yeremia Zanambani yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut, LPSK menyampaikan permintaan dari keluarga kepada seluruh pihak yang terlibat autopsi agar pihak keluarga dan pendeta dapat berdoa sebelum makam dibongkar. Doa juga dilakukan saat jenazah korban kembali dimakamkan.

“(Permintaan doa dari keluarga) disampaikan mengingat saat pertama kali korban dimakamkan, tidak dilakukan sebagaimana mestinya dan tanpa dihadiri oleh pihak keluarga. Selain itu, pada saat otopsi dilakukan merupakan kali pertama keluarga korban melihat langsung pemakaman Pdt. Yeremia Zanambani,” ungkap Nasution.

Dari hasil autopsi, Nasution berharap proses ini dapat membantu pengungkapan peristiwa penembakan terhadap Pdt. Yeremia sehingga proses hukum sebagai wujud pencarian keadilan bagi keluarga korban dapat dijalankan. “LPSK akan tetap memberikan perlindungan bagi keluarga korban, termasuk jika keluarga korban harus bersaksi dalam persidangan,” katanya.

Tidak itu saja, LPSK berharap adanya pemulihan terhadap keluarga korban dan masyarakat di Distrik Hitadipa, khususnya dalam hal pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut. Karena sejak peristiwa penembakan terhadap Pdt. Yeremia Zanambani diikuti beberapa rentetan peristiwa di sekitarnya, membuat banyak warga di Distrik Hitadipa mengungsi ke Sugapa, Nabire, atau lokasi lain.

“LPSK juga mengapresiasi jalannya proses autopsi yang aman dan kondusif. Hal tersebut tidak lepas dari pengamanan yang dilakukan Polri bersama TNI, BIN, termasuk Satgas Nemangkawi, khususnya jajaran Polres Intan Jaya,” pungkas Nasution.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Berita Terkini
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved