4 Produk Unggulan PKK Bantaeng Ramaikan Pameran HKG
Kamis, 03 Juni 2021 - 17:12 WIB
loading...
Pengurus PKK Bantaeng bersama Plt Ketua PKK Sulsel, Ketua Persit dan Ketua Bhayangkari berfoto bersama di pameran HKG PKK Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton, Rabu (2/6). Foto: SINDOnews/Marhawanti Sehe
A
A
A
MAKASSAR - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bantaeng turut meramaikan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Rabu (2/6).
Salah satu rangkaian kegiatan HKG tersebut adalah pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PKK dari setiap kabupaten dan kota.
Baca juga:Kader PKK di Bantaeng Diharap Jadi Guru dan Teladan Bagi Masyarakat
Khusus PKK Bantaeng , sebanyak empat produk unggulan diikutkan dalam pameran tersebut. Di antaranya bawang goreng aray, kacang tiras, keripik jamur, dan kopi wine. Tak hanya produk yang berupa hasil pangan, terdapat pula produk kerajinan tas ransel sekolah.
Ketua TP PKK Bantaeng , Sri Dewi Yanti mengatakan, produk yang diikutkan pameran merupakan binaan yang tersebar di desa-desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Bahkan, setiap produk menggunakan bahan pangan lokal Bantaeng. Sebagai contoh, bawang goreng aray menggunakan bahan dasar bawang yang berasal dari Kecamatan Ulu Ere yang terkenal dengan kualitas bawang merahnya.
Selanjutnya, produk kacang tiras yang berasal dari Desa Bonto Tiro. Produk ini mendapatkan respons positif dari banyak konsumen. "Saya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng sering membantu memasarkan pada teman-teman di luar Kota Makassar, dan respons mereka bagus dan masih sering mengorder," jelas Sri Dewi kepada SINDOnews, Jumat (3/6).
Produk selanjutnya adalah keripik jamur dari Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa. Desa ini memang terkenal sebagai penghasil jamur. Salah satu produk olahan jamurnya adalah keripik jamur yang juga banyak diminati.
Baca juga:Penuhi Kebutuhan Gizi, Kantin Sekolah Didorong Punya Standarisasi
Tidak ketinggalan, ada juga kopi wine. Sesuai dengan namanya, kopi yang berasa dari Kecamatan Tompobulu ini memiliki cita rasa seperti wine. Bentuk penyajiannya pun menghasilkan cita rasa yang berbeda, baik panas atau dingin.
"Kopi arabika, ini difermentasi, menghasilkan rasa seperti wine, disajikan dingin beda cita rasa, disajikan panas beda juga cita rasanya. Aromanya mirip wine," urai Sri Dewi.
Menurut dia, produk andalan dari UMKM binaan PKK Bantaeng tersebut dipromosikan secara rutin. Kopi wine, misalnya, yang selalu disajikan di rumah jabatan Bupati Bantaeng setiap kali tamu dari Ibu Kota datang berkunjung. Respons mereka pun selalu positif terhadap kopi wine ini.
"Item yang menjadi andalan saya yang rutin saya pasarkan. Karena saya pikir, kabupaten lain tidak memiliki seperti ini. Toraja dan Enrekang punya kopi, tapi tidak memiliki cita rasa wine seperti kami," jelas Sri Dewi.
Tak hanya itu, untuk membuka akses pasar yang lebih luas lagi, PKK Bantaeng sudah menempatkan produk-produk tersebut di toko oleh-oleh di Kabupaten Bantaeng agar lebih mudah dijangkau oleh pelanggan. Saat ini, Sri Dewi tengah berupaya agar produk tersebut bisa tembus di pusat oleh-oleh di Kota Makassar. "Saya lagi mencari jalan," tegasnya.
Baca juga:Ketua PKK Sulsel Dianugerahi Penghargaan dari BKKBN
Tak hanya produk pangan, PKK Bantaeng juga mendorong produk kerajinan. Salah satunya adalah pembuatan tas ransel untuk anak-anak sekolah TK. Hal tersebut juga salah satu bentuk dukungan terhadap visi dan misi dari Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng.
Sebagai informasi, terdapat tiga poin visi dan misi Bupati Bantaeng, diantaranya asuransi untuk pertanian, perikanan, dan peternakan, bantuan usaha berbasisi dusun dan RTRW, dan pemberian secara gratis alat kelengkapan sekolah untuk TK, SD, dan SMP untuk anak-anak tahun ajaran baru.
"Tiga hal ini saling bersinergi. Sehingga menghasilkan buatan tas ransel kader-kader dari PKK dan Dekranasda, yang untuk sementara masih kami bagikan secara gratis untuk anak TK," katanya.
Bahkan bukan hanya tas ransel, tapi juga seragam sekolah yang dijahit langsung oleh pelaku usaha di Bantaeng sehingga terjadi perputaran ekonomi. Ke depan, tidak hanya untuk anak-anak TK, tapi pembuatan tas ransel tersebut juga akan dilakukan untuk anak sekolah tingkat SD dan SMP.
Baca juga:Dekranasda dan PKK Inisiasi Penerbitan Buku Produk Unggulan Sulsel
Sri Dewi berharap, dengan mengikuti pameran yang digelar PKK Sulsel , produk unggulan dari PKK Bantaeng bisa mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari izin dari BPOM, serifikat halal dari MUI, hingga akses pasar baik nasional hingga mancanegara.
"Harapan kami bahwa PKK provinsi memberikan kami akses untuk membantu meningkatkan UMKM. Akses itu bisa berupa kemudahan izin BPOM, kemudahan akses mendapatkan sertifikat halal dari MUI, kalau kemasan kami sudah diakui, kami ingin dibantu diberikan ruang untuk dipasarkan entah itu tingkat nasional atau internasional. Selama melalui proses sesuai standar, kami siap itu," pungkas Sri Dewi.
Salah satu rangkaian kegiatan HKG tersebut adalah pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PKK dari setiap kabupaten dan kota.
Baca juga:Kader PKK di Bantaeng Diharap Jadi Guru dan Teladan Bagi Masyarakat
Khusus PKK Bantaeng , sebanyak empat produk unggulan diikutkan dalam pameran tersebut. Di antaranya bawang goreng aray, kacang tiras, keripik jamur, dan kopi wine. Tak hanya produk yang berupa hasil pangan, terdapat pula produk kerajinan tas ransel sekolah.
Ketua TP PKK Bantaeng , Sri Dewi Yanti mengatakan, produk yang diikutkan pameran merupakan binaan yang tersebar di desa-desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Bahkan, setiap produk menggunakan bahan pangan lokal Bantaeng. Sebagai contoh, bawang goreng aray menggunakan bahan dasar bawang yang berasal dari Kecamatan Ulu Ere yang terkenal dengan kualitas bawang merahnya.
Selanjutnya, produk kacang tiras yang berasal dari Desa Bonto Tiro. Produk ini mendapatkan respons positif dari banyak konsumen. "Saya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng sering membantu memasarkan pada teman-teman di luar Kota Makassar, dan respons mereka bagus dan masih sering mengorder," jelas Sri Dewi kepada SINDOnews, Jumat (3/6).
Produk selanjutnya adalah keripik jamur dari Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa. Desa ini memang terkenal sebagai penghasil jamur. Salah satu produk olahan jamurnya adalah keripik jamur yang juga banyak diminati.
Baca juga:Penuhi Kebutuhan Gizi, Kantin Sekolah Didorong Punya Standarisasi
Tidak ketinggalan, ada juga kopi wine. Sesuai dengan namanya, kopi yang berasa dari Kecamatan Tompobulu ini memiliki cita rasa seperti wine. Bentuk penyajiannya pun menghasilkan cita rasa yang berbeda, baik panas atau dingin.
"Kopi arabika, ini difermentasi, menghasilkan rasa seperti wine, disajikan dingin beda cita rasa, disajikan panas beda juga cita rasanya. Aromanya mirip wine," urai Sri Dewi.
Menurut dia, produk andalan dari UMKM binaan PKK Bantaeng tersebut dipromosikan secara rutin. Kopi wine, misalnya, yang selalu disajikan di rumah jabatan Bupati Bantaeng setiap kali tamu dari Ibu Kota datang berkunjung. Respons mereka pun selalu positif terhadap kopi wine ini.
"Item yang menjadi andalan saya yang rutin saya pasarkan. Karena saya pikir, kabupaten lain tidak memiliki seperti ini. Toraja dan Enrekang punya kopi, tapi tidak memiliki cita rasa wine seperti kami," jelas Sri Dewi.
Tak hanya itu, untuk membuka akses pasar yang lebih luas lagi, PKK Bantaeng sudah menempatkan produk-produk tersebut di toko oleh-oleh di Kabupaten Bantaeng agar lebih mudah dijangkau oleh pelanggan. Saat ini, Sri Dewi tengah berupaya agar produk tersebut bisa tembus di pusat oleh-oleh di Kota Makassar. "Saya lagi mencari jalan," tegasnya.
Baca juga:Ketua PKK Sulsel Dianugerahi Penghargaan dari BKKBN
Tak hanya produk pangan, PKK Bantaeng juga mendorong produk kerajinan. Salah satunya adalah pembuatan tas ransel untuk anak-anak sekolah TK. Hal tersebut juga salah satu bentuk dukungan terhadap visi dan misi dari Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng.
Sebagai informasi, terdapat tiga poin visi dan misi Bupati Bantaeng, diantaranya asuransi untuk pertanian, perikanan, dan peternakan, bantuan usaha berbasisi dusun dan RTRW, dan pemberian secara gratis alat kelengkapan sekolah untuk TK, SD, dan SMP untuk anak-anak tahun ajaran baru.
"Tiga hal ini saling bersinergi. Sehingga menghasilkan buatan tas ransel kader-kader dari PKK dan Dekranasda, yang untuk sementara masih kami bagikan secara gratis untuk anak TK," katanya.
Bahkan bukan hanya tas ransel, tapi juga seragam sekolah yang dijahit langsung oleh pelaku usaha di Bantaeng sehingga terjadi perputaran ekonomi. Ke depan, tidak hanya untuk anak-anak TK, tapi pembuatan tas ransel tersebut juga akan dilakukan untuk anak sekolah tingkat SD dan SMP.
Baca juga:Dekranasda dan PKK Inisiasi Penerbitan Buku Produk Unggulan Sulsel
Sri Dewi berharap, dengan mengikuti pameran yang digelar PKK Sulsel , produk unggulan dari PKK Bantaeng bisa mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari izin dari BPOM, serifikat halal dari MUI, hingga akses pasar baik nasional hingga mancanegara.
"Harapan kami bahwa PKK provinsi memberikan kami akses untuk membantu meningkatkan UMKM. Akses itu bisa berupa kemudahan izin BPOM, kemudahan akses mendapatkan sertifikat halal dari MUI, kalau kemasan kami sudah diakui, kami ingin dibantu diberikan ruang untuk dipasarkan entah itu tingkat nasional atau internasional. Selama melalui proses sesuai standar, kami siap itu," pungkas Sri Dewi.
(luq)
Lihat Juga :