Catat Rekor Wali Kota Pertama Kerja saat Lebaran, Bobby Nasution Diapresiasi
Minggu, 23 Mei 2021 - 16:41 WIB
loading...
Wali Kota Bobby Nasution saat meninjau beberapa titik lokasi banjir kiriman akibat meluapnya Sungai Deli
A
A
A
MEDAN - Bekerja dan terus bekerja serta gerak cepat itu yang dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk melayani masyarakat, sekalipun di Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H. Tercatat bahwa Bobby Nasution adalah wali kota pertama yang tetap bekerja saat Lebaran.
Langkah yang dilakukan orang nomor satu di lingkungan Pemko Medan tersebut mendapat apresiasi. Bobby Nasution dinilai melakukan langkah tepat selaku seorang pemimpin.
“Apa yang dilakukan Bobby Nasution itu merupakan kewajiban sebagai contoh kepada masyarakat. Sebab, wali kota itu selain pemimpin, juga sebagai panutan bagi masyarakatnya,” kata Pengamat Kebijakan Publik Sakhyan Asmara di Medan, Jumat kemarin.
Mantan Deputi Kemenpora RI tersebut juga menyatakan, wali kota merupakan pucuk pimpinan. Oleh karena itu, wali kota harus bisa memilih untuk melakukan hal yang positif yang bisa dinikmati masyarakat.
“Apa yang tidak bisa dilakukan tentunya itu tidak dilakukan karena itu justru akan menimbulkan kemudharatan bagi masyarakat. Jadi, wali kota harus bisa memilih mana yang bisa dilakukan dan mana yang tidak bisa dilakukan. Inilah yang disebut dengan kebijakan publik,” tutur dosen senior FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut.
Selanjutnya, menurut pria yang pernah menjabat sebagai Kadispora Sumut itu, perilaku wali kota diibaratkannya seperti nabi karena baik ucapan dan perilakunya akan menjadi panutan. Karenanya, keputusan maupun perilaku wali kota menjadi kebijakan publik, sehingga apa yang dilakukan dan tidak dilakukan wali kota menjadi menjadi kebijakan publik.
Sebagai contoh, ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan tersebut, Bobby Nasution tidak menggelar open house saat Lebaran.
Langkah yang dilakukan orang nomor satu di lingkungan Pemko Medan tersebut mendapat apresiasi. Bobby Nasution dinilai melakukan langkah tepat selaku seorang pemimpin.
“Apa yang dilakukan Bobby Nasution itu merupakan kewajiban sebagai contoh kepada masyarakat. Sebab, wali kota itu selain pemimpin, juga sebagai panutan bagi masyarakatnya,” kata Pengamat Kebijakan Publik Sakhyan Asmara di Medan, Jumat kemarin.
Mantan Deputi Kemenpora RI tersebut juga menyatakan, wali kota merupakan pucuk pimpinan. Oleh karena itu, wali kota harus bisa memilih untuk melakukan hal yang positif yang bisa dinikmati masyarakat.
“Apa yang tidak bisa dilakukan tentunya itu tidak dilakukan karena itu justru akan menimbulkan kemudharatan bagi masyarakat. Jadi, wali kota harus bisa memilih mana yang bisa dilakukan dan mana yang tidak bisa dilakukan. Inilah yang disebut dengan kebijakan publik,” tutur dosen senior FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut.
Selanjutnya, menurut pria yang pernah menjabat sebagai Kadispora Sumut itu, perilaku wali kota diibaratkannya seperti nabi karena baik ucapan dan perilakunya akan menjadi panutan. Karenanya, keputusan maupun perilaku wali kota menjadi kebijakan publik, sehingga apa yang dilakukan dan tidak dilakukan wali kota menjadi menjadi kebijakan publik.
Sebagai contoh, ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan tersebut, Bobby Nasution tidak menggelar open house saat Lebaran.
Lihat Juga :