Mulai H-5 Larangan Mudik, 17.563 Orang Tinggalkan Jakarta Lewat Stasiun Gambir

Kamis, 06 Mei 2021 - 07:05 WIB
loading...
Mulai H-5 Larangan Mudik,...
Penumpang kereta tampak ramai di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Foto: MPI/Muhammad Refi Sandi
A A A
JAKARTA - Lima hari jelang larangan mudik yang mulai berlaku pada hari ini, Kamis 6 hingga 17 Mei 2021 diperkirakan 17.563 penumpang kereta api lebih dulu meninggalkan Ibu Kota berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Adapun jumlah tersebut akumulasi jumlah keberangkatan sejak Sabtu 1 hingga Rabu 5 Mei 2021.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa memaparkan, jumlah penumpang pada Sabtu 1 Mei 2021 mencapai 2.665 orang. Sementara itu, terjadi penurunan sedikit pada Minggu 2 Mei 2021 atau tercatat 2.617 orang.

Kemudian pada Senin 3 Mei 2021 tercatat jumlah penumpang semakin menurun 2.333 orang. Lonjakan penumpang mulai terlihat pada Selasa 4 Mei 2021 atau sebanyak 4.167 orang. Baca juga: Hari Pertama Larangan Mudik, Petugas Periksa Kendaraan Melintas di Tol Jakarta-Cikampek

"Pada hari Rabu 5 Mei 2021 sehari jelang larangan mudik meningkat, tercatat 5.781 orang berangkat dari Stasiun Gambir," ucap Eva saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Kamis (6/5/2021).

Sementara itu, selama masa pelarangan mudik Daop 1 Jakarta tetap beroperasi melayani 7 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Di antara 4 KAJJ dari Stasiun Gambir, sedangkan 3 KAJJ dari Pasar Senen.

Lebih lanjut, jumlah kuota penumpang berangkat sudah melalui pembatasan kapasitas maksimal 70 persen. Sementara itu, jumlah rangkaian kereta dan ketersediaan tempat duduk sepekan terakhir tidak mengalami perubahan perubahan yakni berkisar 17 sampai dengan 20 rangkaian kereta.

"Untuk Gambir jumlah yang berangkat (5/5) 19 rangkaian kereta," pungkas Eva. Baca juga: 5 Hari Jelang Larangan Mudik, 3.863 Penumpang Curi Start dari Terminal Kalideres

Sebelumnya, penumpang pada masa pelarangan perjalanan diwajibkan memiliki surat hasil negatif Rapid Test-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19. Sementara itu, untuk sampel yang diambil harus dalam kurun waktu maksimal 1x 24 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Kereta Sumbar,...
Jalur Kereta Sumbar, Penghubung Sejarah, Wisata, dan Kehidupan
KA PSO Layani 7,88 Juta...
KA PSO Layani 7,88 Juta Pelanggan, Mobilitas Terjangkau Kian Meluas
KAI Perkuat Transformasi...
KAI Perkuat Transformasi Energi Lewat Biodiesel B50
Rekomendasi
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Berita Terkini
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Infografis
Jakarta Akan Berlakukan...
Jakarta Akan Berlakukan SIKM Mulai 6-17 Mei 2021, Mudik Dilarang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved