Penyelundupan Benih Lobster dari Bandara Soetta Sudah 7 Kali Lolos Karantina

Selasa, 04 Mei 2021 - 18:23 WIB
loading...
Penyelundupan Benih...
Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra saat konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan benih lobster. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
A A A
TANGERANG - Penyelundupan benih lobster dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, ternyata sudah berhasil lolos karantina sebanyak tujuh kali.

Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, dari tujuh pengiriman itu satu pengiriman sebanyak 8 bok berisi benih lobster dibatalkan. Sedangkan enam lainnya berhasil dikirim ke Singapura.

Baca juga: Ciduk 4 Pelaku, Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp7 Miliar ke Singapura

Benih-benih lobster itu dikirim untuk dibesarkan dan dijadikan konsumsi makanan setelah cukup usia. Dari Singapura, diduga benih lobster itu dikirim ke Vietnam untuk dibesarkan di sana.

"Mereka sudah beberapa kali mengirim, ini upaya yang ke delapan kali. Tujuannya ke Singapura. Jadi, benih lobster dibesarkan dulu, baru dijadikan makanan," kata Kapolres, Selasa (4/5/2021).

Benih-benih lobster tersebut diambil dari wilayaj Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Dari Teluknaga, benih lobster dibungkus plastik oleh agensi dan dikirimkan dengan dicampur sayuran jenis selada air.

Baca juga: Terungkap! Begini Modus Lihai para Penyelundup Benih Lobster

Berdasarkan catatan kepolisian, pengiriman benih lobster itu dilakukan pada 18 Maret, 20 Maret, 27 Maret, 29 Maret, 31 Maret (dicancel), 2 April, 5 April, dan terakhir 6 April.

Pada pegiriman 6 April itu, Kepolisian Bandara Soetta berhasil mengamankan sebanyak 72.228 benih lobster senilai Rp7 miliar lebih. Dari total itu, sebanyak 72.105 ekor berjenis lobster pasir dan 183 ekor lobster mutiara.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta I Soetta, Habrin Yake mengakui telah kebobolan tujuh kali pengiriman benih lobster itu.

"Modusnya memang dipenyelundupan ini memanfaatkan kondisi Covid-19, petugas kami tidak mampu meng-cover seluruh yang ada di gudang, yang dibawa itu ada yang 3 koli keluar," jelas Habrin, di Bandara Soetta.

Pengiriman benih lobster ke luar negeri dilarang. Namun, menjadi dilematis karena sentra pembesaran benih lobster di Indonesia baru ada satu di wilayah Mataram.

"Dari benih sampai dengan ukuran yang bisa dikonsumsi jenis pasir 150 gram, mutiara 200 gram, butuh waktu 9 bulan sampai 1 tahun. Untuk itu, lagi dikembangkan sentra produksi lobster, di wikayh Mataram," pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satgassus Berantas Mafia...
Satgassus Berantas Mafia Benih Bening Lobster Perlu Dibentuk
KKP Serahkan Tersangka...
KKP Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus BBL Cilegon ke Kejaksaan
Bakamla Gagalkan Penyeludupan...
Bakamla Gagalkan Penyeludupan 60 Ribu Baby Lobster, Selamatkan Kerugian Negara Rp1,05 Miliar
Rekomendasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved