Polisi Mewaspadai Pemudik dengan Modus Seperti Ini

Senin, 26 April 2021 - 15:23 WIB
loading...
Polisi Mewaspadai Pemudik...
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Walaupun ada penyekatan, Ditlantas Polda Metro Jaya menilai gelombang pemudik yang akan meninggalkan Jakarta juga cukup banyak. Karena itu, penjagaan di seluruh jalur baik arteri maupun jalur utama akan diperketat selama 24 jam.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan masih ada 7 juta orang yang akan mudik. Pihaknya terus mengkampanyekan untuk tidak mudik karena membahayakan mereka yang ada di kampung halaman. “Jangan sampai gelombang tsunami Covid melanda Indonesia seperti yang terjadi di India karena abai dengan keselamatan,” ujarnya, Senin (26/4/2021).
Baca juga: Pemerintah Siapkan Penjara Tua Bekas Tahanan Militer untuk Karantina Pemudik Nekat

Dia berharap masyarakat bisa menahan diri untuk tidak mudik pada tahun ini guna menekan angka penularan Covid-19. “Masyarakat jangan ngeyel,” ucapnya.

Polda Metro telah menyiapkan 31 titik pos penyekatan terdiri dari 17 pos check point dan 14 titik penyekatan. Check point berada di dalam aglomerasi di Jabodetabek untuk meningkatkan sekaligus melihat kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Nah 14 titik itu berada di gerbang keluar aglomerasi Jabodetabek. Itulah yang nanti kami akan periksa ketat terhadap semua kendaraan yang lewat baik kendaraan penumpang maupun kendaraan pribadi terutama dengan pengalaman modus-modus operandi dari para pemudik terdahulu yang naik travel gelap, naik sepeda motor, naik di dalam ambulans, sembunyi di bagasi bus, sembunyi di toilet bus, naik ke bak truk, semuanya akan kami periksa sehingga diharapkan mudah-mudahan pelaksanaannya tahun ini lebih ketat," ungkap Sambodo.
Baca juga: 6 Mei 2021, Polisi Lakukan Pengetatan Jalur Puncak Bogor Antisipasi Pemudik

Pihak kepolisian juga tetap mengadakan swab tes antigen di KM 19 jalan Tol Cikampek dengan kuota 100-200 orang per hari. “Sistemnya itu drive thru jadi orangnya gak perlu turun dari kendaraan,” ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Rekomendasi
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved