Paus Kena Jerat Jaring Nelayan Tulungagung, Dikembalikan ke Tengah Laut

Kamis, 22 April 2021 - 20:55 WIB
loading...
Paus Kena Jerat Jaring Nelayan Tulungagung, Dikembalikan ke Tengah Laut
Ikan paus yang terdampar di Pantai Selatan Bayem, Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Foto/Ist
A A A
TULUNGAGUNG - Seekor ikan paus berukuran besar tersangkut jaring nelayan Pantai Bayem, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung . Hingga Kamis malam ini (22/4), para nelayan pantai selatan masih berusaha mengembalikan ke perairan lebih dalam.

Baca juga: Ikan Paus Hidup Terdampar di Laut Tuban, 10 Perahu Nelayan Dikerahkan Evakuasi

"Ya betul paus. Mungkin terbawa arus, dan tersangkut jaring nelayan," ujar Koordinator Pos SAR Trenggalek Yoni Fariza saat dihubungi, Kamis (22/4/2021). Belum diketahui pasti jenis mamalia yang terdampar di perairan dangkal tersebut. Informasi yang didapat Yoni, sekilas jenis tutul dan jinak.

Baca juga: Ikan Paus Lima Meter Mati Terdampar di Pantai Bangsring Banyuwangi

"Infonya jinak," katanya. Sementara upaya nelayan melepaskan paus dari jeratan jaring terekam video. Dalam rekaman 1 menit 28 detik yang beredar di grup WA, terlihat sedikitnya tujuh orang yang tengah berupaya keras melakukan penyelamatan. Terlihat gelombang pantai selatan yang besar.

Di kedalaman sepinggang orang dewasa, tampak satu dua orang berusaha melepas belitan jaring. Sementara beberapa orang yang lain tidak henti henti menarik sekaligus mendorong tubuh paus ke arah tengah perairan. Menurut Yoni, fenomena ikan paus terbawa arus atau tersangkut jaring nelayan, memang kerap terjadi.

Setidaknya fenomena itu sering terjadi di wilayah Situbondo dan Jember. "Kalau di perairan Tulungagung saya pernah melihat sendiri paus yang berenang," papar Yoni. Namun untuk informasi lebih jauh, Yoni mempersilahkan konfirmasi ke dinas kelautan dan perikanan.

Sebab hal itu merupakan domain dari dinas kelautan. Yoni berharap paus yang terjerat jaring nelayan tersebut, bisa terselamatkan. "Untuk keterangan lebih detil silahkan ke dinas kelautan," pungkas Yoni.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4923 seconds (11.97#12.26)