POM Tangerang Sita Snack Tanpa Izin Edar di Ritel Modern Pasar Kamis

Jum'at, 16 April 2021 - 16:31 WIB
loading...
POM Tangerang Sita Snack...
Sejumlah makanan ringan dan minuman diamankan Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang dari dua ritel modern di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/4/2021). Foto: MPI/Isty Mulidya
A A A
TANGERANG - Sebanyak 37 item snack ( makanan ringan ) dan minuman perasa tanpa izin edar diamankan oleh Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang dari dua ritel modern di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/4/2021).

Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri mengatakan, puluhan produk tersebut ditemukan ketika pihaknya tengah mengecek kualitas dan kandungan pangan di ritel modern. Tak hanya produk tanpa izin edar, pihaknya juga mengamankan 8 produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan label. Baca juga: Nyamar sebagai Pembeli, Polres Jakpus Ringkus 3 Pengedar Narkoba

"Kita lakukan pengecekan dan didapati adanya produk yang rusak sebanyak 6 item, lalu produk pangan tidak memenuhi ketentuan label dan produk pangan diduga tanpa izin edar. Yang mana, dalam hal ini bila dirupiahkan, total temuan pemeriksaan kita mencapai Rp8,5 juta," jelas Widya.

Selain mengecek kualitas pangan di ritel modern, POM Tangerang juga memeriksa sejumlah bahan pembuatan takjil di pasar tradisional. Hasilnya ditemukan bahan pangan yang mengandung formalin hingga rhodamine B.

"Ada 40 sampel, dan kita temukan 6 sampel yang mengandung bahan berbahaya, yakni rhodamine B yang terdapat pada pacar cina. Dimana, pacar cina ini sering digunakan sebagai salah satu isian pembuatan kolak," ujarnya. Baca juga: Beredar Foto Hoaks Anggota Eks FPI Bakal Bunuh Diri jika Habib Rizieq Tak Dibebaskan

Pedagang yang kedapatan menjual bahan pagan dengan bahan berbahaya akan didata dan selanjutnya akan diberikan peringatan. Pihak POM Tangerang akan gencar mengawasi peredaran produk pangan terutama bahan makanan yang sering dikonsumsi selama bulan Ramadhan.

"Ini kita data dan kita beri teguran. Dan di bulan Ramadhan ini, memang kami meningkatkan pengawasan untuk mencegah adanya peredaran produk pangan yang tidak sesuai dan memberikan rasa aman, nyaman kepada masyarakat dalam membeli suatu makanan selama Ramadhan," katanya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rayakan 185 Tahun Bangun...
Rayakan 185 Tahun Bangun 17.000 Toko! Watsons Hadirkan Apresiasi dan Promo Spesial
Dorong Perkembangan...
Dorong Perkembangan Retail Herbal Digital dengan Sistem Modern
Makeover Massal, 7-Eleven...
Makeover Massal, 7-Eleven Resmi Tutup 600 Toko Tahun Ini
Rekomendasi
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved