Sumur Tiga Rasa di Masjid Si Pitung, Begini Kisahnya
Selasa, 13 April 2021 - 06:31 WIB
loading...
Sumur tiga rasa yang terletak di samping Masjid Si Pitung Marunda, Jakarta Utara. Foto/djangkarubumi/gpswisataindonesia.info
A
A
A
MASJIDAl Alam Marunda yang teletak di pinggir Pantai Marunda, Jalan Marunda, RT09/RW01, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara , memiliki sejumlah cerita yang dipercaya masyarakat. Masjid Al Alam yang juga dikenal dengan Masjid si Pitung, jawara Betawi dari Rawa Belong ini berdiri sejak abad ke-16 masehi.
"Jadi sekitar tahun 1982, ahli arkeolog dan kepurbakalaan melakukan penelitian bahwasannya bangunan ini dibangun pada abad ke-16, sekitar 1640 pertengahan, antara 1600 dan 1700an," kataPengurus Masjid, Kusnadi Ali Makruf (50) kepada SINDOnews beberapa waktu lalu.
Masjid Al Alam Marunda ini juga dikenal sebagai masjid Wali Allah atau Masjid Wali Keturunan Bangsa Melayu karena orang di sekelilingnya berbahasa melayu Betawi.
Masjid ini adalah salah satu yang tertua di Indonesia. Masjid ini terbuat dari material tanah dan kapur dengan susunan batu sungai. Baca juga: Ini Deretan Masjid Tertua di Jakarta
Masjid yang masuk cagar budaya ini juga disebut tertua karena pada masa itu belum ada bahan material bangunan seperti semen.
Berdasarkan pembuktian perna ada jembatan beton terbuat dari bahan semen cor berbentuk bulat tepatnya di Marunda kongsi. Dan jembatan itu tertulis dengan jelas tahun pembuatannya 1218 Masehi, yang dicetak langsung pada saat pengecoran.
"Jadi sekitar tahun 1982, ahli arkeolog dan kepurbakalaan melakukan penelitian bahwasannya bangunan ini dibangun pada abad ke-16, sekitar 1640 pertengahan, antara 1600 dan 1700an," kataPengurus Masjid, Kusnadi Ali Makruf (50) kepada SINDOnews beberapa waktu lalu.
Masjid Al Alam Marunda ini juga dikenal sebagai masjid Wali Allah atau Masjid Wali Keturunan Bangsa Melayu karena orang di sekelilingnya berbahasa melayu Betawi.
Masjid ini adalah salah satu yang tertua di Indonesia. Masjid ini terbuat dari material tanah dan kapur dengan susunan batu sungai. Baca juga: Ini Deretan Masjid Tertua di Jakarta
Masjid yang masuk cagar budaya ini juga disebut tertua karena pada masa itu belum ada bahan material bangunan seperti semen.
Berdasarkan pembuktian perna ada jembatan beton terbuat dari bahan semen cor berbentuk bulat tepatnya di Marunda kongsi. Dan jembatan itu tertulis dengan jelas tahun pembuatannya 1218 Masehi, yang dicetak langsung pada saat pengecoran.
Lihat Juga :