Minyak Jelantah Jadi Isu Sosialisasi Parpol di Tangsel

Sabtu, 10 April 2021 - 15:47 WIB
loading...
Minyak Jelantah Jadi...
Ketua DPC PKS Pondok Aren Yusuf Sachiro melakukan tanam bibit pohon di Jurang Mangu Barat, Tangsel, Sabtu (10/4/21). Foto: MPI/Hambali
A A A
TANGERANG SELATAN - Minyak jelantah merupakan limbah dari penggunaan minyak goreng yang telah dipakai. Kebanyakan masyarakat tak menggunakannya lagi karena berisiko terhadap gangguan kesehatan.

Bahayanya lagi, terkadang minyak bekas itu dibuang begitu saja di saluran air. Padahal, isi kandungan minyak jelantah bisa mencemarkan lingkungan. Gumpalan lemak di dalamnya bisa menutup permukaan air dari sinar matahari ataupun oksigen.
Baca juga: Minyak Jelantah Bisa Penuhi Sebagian Kebutuhan Biodiesel Nasional

Oleh karena itu, daur ulang minyak jelantah sebenarnya cukup solutif baik bagi lingkungan maupun nilai ekonomis. Salah satu yang terus dikembangkan adalah daur ulang menjadi sabun. Sementara ini, memang tak banyak yang mengetahui proses produksinya.

Kampanye lingkungan itulah yang mulai terus digencarkan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Meski lingkup produksinya masih terbatas internal, namun sosialisasi mengenai dampak pencemaran minyak jelantah telah dilakukan secara luas ke masyarakat.

"Kita ada komunitas di Pondok Aren, Muslimah Charity. Mereka menghimpun limbah dari minyak-minyak jelantah itu, dikumpulkan. Nanti akan diproses jadi sabun dari minyak jelantah. Yang mengelola tim kita, ada pelatihannya," ujar Ketua DPC PKS Pondok Aren Yusuf Sachiro di sela penanaman bibit pohon di Jurang Mangu Barat, Sabtu (10/4/21).
Baca juga: Minyak Jelantah Jadi Bahan Baku Biodiesel Perlu Dimulai dari Pemda

Kegiatan sedekah minyak jelantah telah berjalan selama 3 tahun. Menurut Yusuf, warga merespons sosialisasi tersebut dengan baik. "Ini juga menjadi edukasi ke masyarakat karena selama ini minyak-minyak bekas itu dibuang ke selokan," ucapnya.

Selain minyak jelantah, PKS juga memanfaatkan isu polusi udara sebagai bahan sosialisasi penanaman pohon ke masyarakat. Kondisi yang ada saat ini sangat mengkhawatirkan di mana Tangsel disebut menyandang status udara terburuk di level Asia Tenggara.

"Ini miris. Jadi bentuk solusi campaign yang kita berikan, kita nggak usah menyalahkan siapapun. Kita berikan solusinya, kita tanam pohon," kata Yusuf.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Rekomendasi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved