Bupatinya Perempuan, Ade Yasin: Malu jika Kabupaten Bogor Tidak Responsif Gender
Senin, 05 April 2021 - 18:18 WIB
loading...
Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan bahwa Kabupaten Bogor merupakan daerah responsif gender. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan bahwa Kabupaten Bogor merupakan daerah responsif gender dengan mengutamakan pengarusutamaan gender di semua lini. Hal ini diperkuat dengan diraihnya predikat utama Anugerah Prahita Ekapraya tahun 2020.
Hal tersebut disampaikan Ade Yasin pada kegiatan Verifikasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak oleh tim verifikator Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI, di Ballroom Rukun Hotel Dharmawan Park, Kecamatan Babakan Madang, Senin (5/4/2021).
Baca juga: 14 Kecamatan Belum Terlayani Perumda Air Minum, Bupati Bogor Beri Perhatian Khusus
“Di Kabupaten Bogor isu terkait gender sepertinya sudah tidak ada masalah, karena banyak juga kaum perempuan yang memegang posisi di level pimpinan. Kami sudah sangat responsif, karena bupatinya perempuan, maka akan sangat malu sekali ketika kita tidak responsif gender,” ujar Ade.
Ade membeberkan, di Kabupaten Bogor banyak prestasi yang sudah ditorehkan kaum perempuan. Sehingga penilaian kinerja perempuan harus berbasiskan prestasi.
“Anggaran di Kabupaten Bogor pun cukup responsif gender. Kita lebih mengutamakan kesetaraan dalam penganggaran, yaitu berupa proses maupun dampak alokasi anggaran pada program dan kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kesenjangan gender,” terang Ade Yasin.
Pihaknya menelaah dampak dari belanja anggaran dan menganaliasa alokasi anggaran untuk menjawab kebutuhan, kepentingan, dan aspirasi perempuan anak serta kaum difabel. Juga tidak luput dari perhatian yakni lansia. Kemudian melalui program prioritas Pemkab Bogor terus mendorong perempuan agar bisa berkiprah dalam dunia politik.
Hal tersebut disampaikan Ade Yasin pada kegiatan Verifikasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak oleh tim verifikator Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI, di Ballroom Rukun Hotel Dharmawan Park, Kecamatan Babakan Madang, Senin (5/4/2021).
Baca juga: 14 Kecamatan Belum Terlayani Perumda Air Minum, Bupati Bogor Beri Perhatian Khusus
“Di Kabupaten Bogor isu terkait gender sepertinya sudah tidak ada masalah, karena banyak juga kaum perempuan yang memegang posisi di level pimpinan. Kami sudah sangat responsif, karena bupatinya perempuan, maka akan sangat malu sekali ketika kita tidak responsif gender,” ujar Ade.
Ade membeberkan, di Kabupaten Bogor banyak prestasi yang sudah ditorehkan kaum perempuan. Sehingga penilaian kinerja perempuan harus berbasiskan prestasi.
“Anggaran di Kabupaten Bogor pun cukup responsif gender. Kita lebih mengutamakan kesetaraan dalam penganggaran, yaitu berupa proses maupun dampak alokasi anggaran pada program dan kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kesenjangan gender,” terang Ade Yasin.
Pihaknya menelaah dampak dari belanja anggaran dan menganaliasa alokasi anggaran untuk menjawab kebutuhan, kepentingan, dan aspirasi perempuan anak serta kaum difabel. Juga tidak luput dari perhatian yakni lansia. Kemudian melalui program prioritas Pemkab Bogor terus mendorong perempuan agar bisa berkiprah dalam dunia politik.
Lihat Juga :