6 Tahun Berlalu, Kasus Kematian Akseyna Dori Mahasiswa UI Masih Misterius
Jum'at, 26 Maret 2021 - 13:23 WIB
loading...
Kasus kematian Akseyna Ahad Dori alias Ace sudah enam tahun berlalu, namun hingga kini belum terungkap.Foto/Istimewa
A
A
A
DEPOK - Kasus kematian Akseyna Ahad Dori alias Ace sudah enam tahun berlalu. Namun hingga kini belum terungkap siapa pembunuh mahasiwa Universitas Indonesia (UI) itu. Padahal sejak awal pihak keluarga sangat berharap kasusnya segera terungkap tuntas.
Ayah Aksena, Marsekal Pertama TNI Mardoto mengatakan, sudah tidak menerima perkembangan kasus kematian anaknya sejak 1,5 tahun lalu. Dia hanya menerima janji bahwa polisi akan menuntaskan kasusnya saja.
“Tidak pernah update selama 1,5 tahun ini. Tidak tahu perkembangan penyelidikan yang dilakukan polisi. Yang jelas polisi janji menuntaskan. Termasuk Kapolres Depok yang sekarang, menyatakan begitu di media,” kata Mardoto, Jumat (26/3/2021).
Kendati demikian, dia masih menaruh percaya penuh pada kepolisian untuk mengungkap kasus kematian anaknya itu. Mardoto juga tidak menutup untuk menerima info dari siapa saja. “Bukan penyelidikan, karena enggak berwenang untuk itu. Komnas HAM pernah saya bersurat di awal kasus, mereka prinsipnya mendukung untuk disidik terus,” ujarnya.
Dia mengaku banyak mendapat dukungan dari warganet. Bahkan bukti petunjuk baru pun sudah didapat dari warganet. “Bantuan dan dukungan dari Netizen sangat banyak. Bukti petunjuk baru dari netizen ada. Masih perlu didalami lebih lanjut,” katanya. Baca: Kasus Akseyna Dori, Polisi 15 Kali Periksa Indekos
Ayah Aksena, Marsekal Pertama TNI Mardoto mengatakan, sudah tidak menerima perkembangan kasus kematian anaknya sejak 1,5 tahun lalu. Dia hanya menerima janji bahwa polisi akan menuntaskan kasusnya saja.
“Tidak pernah update selama 1,5 tahun ini. Tidak tahu perkembangan penyelidikan yang dilakukan polisi. Yang jelas polisi janji menuntaskan. Termasuk Kapolres Depok yang sekarang, menyatakan begitu di media,” kata Mardoto, Jumat (26/3/2021).
Kendati demikian, dia masih menaruh percaya penuh pada kepolisian untuk mengungkap kasus kematian anaknya itu. Mardoto juga tidak menutup untuk menerima info dari siapa saja. “Bukan penyelidikan, karena enggak berwenang untuk itu. Komnas HAM pernah saya bersurat di awal kasus, mereka prinsipnya mendukung untuk disidik terus,” ujarnya.
Dia mengaku banyak mendapat dukungan dari warganet. Bahkan bukti petunjuk baru pun sudah didapat dari warganet. “Bantuan dan dukungan dari Netizen sangat banyak. Bukti petunjuk baru dari netizen ada. Masih perlu didalami lebih lanjut,” katanya. Baca: Kasus Akseyna Dori, Polisi 15 Kali Periksa Indekos
Lihat Juga :