Kalah di Pilkada 2020, Posisi Ketua DPD Nasdem Kabupaten/Kota Aman
Selasa, 16 Maret 2021 - 11:08 WIB
loading...
Penyerahan rekomendasi usungan Partai Nasdem jelang Pilkada 2020 lalu di Sulsel. Partai Nasdem Sulsel memastikan tak mengevaluasi ketua partai kabupaten/kota yang gagal di pilkada. Foto: SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Partai Nasdem Sulsel tak melakukan evaluasi kepada para ketua DPD kabupaten/kota yang kalah di pilkada 2020 lalu. Mereka tetap dipertahankan dan dipercaya sebagai pimpinan partai daerah.
Nasdem Sulsel mencatatkan enam kemenangan dari 12 kabupaten/kota yang menggelar pilkada 2020 , enam daerah lainnya kalah.
Baca juga: Demokrat Sulsel Tunggu Laporan Tim Hukum Soal Pelanggaran Pidana Kader
"Kita berhasil menang di enam daerah, tapi kita belum puas, makanya kita mau memperbaiki struktur yang lebih solid, dan pembentukan kader yang lebih militan," ucap Sekretaris DPW Nasdem Sulsel , Syaharuddin Alrif.
Keenam daerah yang kalah ini, Nasdem mengusung ketua DPD-nya, di antaranya Arum Spink di Bulukumba, Andi Harmil Mattotorang di Maros, Victor Datuan Batara di Tana Toraja, Yosia Rinto Kadang di Toraja Utara, Muh Thahar Rum di Luwu Utara (Lutra), dan Irwan Bachri Syam di Luwu Timur (Lutim).
Syahar mengatakan, partainya tak mau membuat kader menjadi habis manis sepah dibuang, makanya Nasdem tetap mempercayakan mantan usungannya sebagai ketua di daerah.
Baca juga: Muscab PKB se-Sulsel Usung Tema Politik Kesejahteraan
"Kita memberikan semangat kepada kader yang belum terpilih. Kita tidak mau mengganti mereka. Selama masih siap jadi ketua, pasti dipertahankan," kata Syahar saat ditemui di ruangannya di DPRD Sulsel , kemarin.
Diakui Syahar, meski ketua DPD yang bertarung di pilkada 2020 kalah, namun mereka tetap memiliki suara yang signifikan. Nah perolehan suara itu yang kemudian akan dipertahankan dan ditingkatkan untuk pesta demokrasi selanjutnya.
"Mereka tetap punya suara kok, misalnya di Maros Andi Toto (Harmil) memiliki 30.000 suara. Di Lutim (Irwan Bachri) ada 40.000 suara. Ini semua suara dari para kader dan simpatisan Nasdem ," jelasnya.
Baca juga: Tim Hukum Demokrat Sulsel Kejar Pelanggaran Pidana Kader yang Ikut KLB
Jika suara ini kemudian dipertahankan dan ditingkatkan, maka Nasdem akan tambah berjaya di Sulsel, apalagi tren elektabilitas Nasdem di Sulsel memang tengah naik.
Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menyatakan, partainya sementara tengah melakukan evaluasi dan mematangkan struktur partai di 24 kabupaten/kota. Mulai dari pengurus wilayah hingga ranting cabang di tingkat RT dan RW.
"Kita baru saja konsolidasi dan menata struktural mulai dari tingkat ranting (Dprt), DPC, dan DPD sampai tingkat wilayah. Kader-kader kami ini betul-betul rapi struktur dan merata di seluruh Sulsel," paparnya.
Baca juga: Appi Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Golkar Makassar
Pengecekan kartu tanda anggota elektronik (e-KTA) juga dilakukan, serta memperbaiki sinergitas dan solidnya antarkader. Khusus kader yang duduk sebagai legislator diperintahkan untuk membangun hubungan yang baik dengan pemerintah.
"Kita perintahkan untuk kepada anggota DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota untuk bersinergi secara struktur, baik program maupun apa dan lainnya. Begitu juga di eksekutif, kita minta untuk bersinergitas dengan legislatif," pungkasnya.
Nasdem Sulsel mencatatkan enam kemenangan dari 12 kabupaten/kota yang menggelar pilkada 2020 , enam daerah lainnya kalah.
Baca juga: Demokrat Sulsel Tunggu Laporan Tim Hukum Soal Pelanggaran Pidana Kader
"Kita berhasil menang di enam daerah, tapi kita belum puas, makanya kita mau memperbaiki struktur yang lebih solid, dan pembentukan kader yang lebih militan," ucap Sekretaris DPW Nasdem Sulsel , Syaharuddin Alrif.
Keenam daerah yang kalah ini, Nasdem mengusung ketua DPD-nya, di antaranya Arum Spink di Bulukumba, Andi Harmil Mattotorang di Maros, Victor Datuan Batara di Tana Toraja, Yosia Rinto Kadang di Toraja Utara, Muh Thahar Rum di Luwu Utara (Lutra), dan Irwan Bachri Syam di Luwu Timur (Lutim).
Syahar mengatakan, partainya tak mau membuat kader menjadi habis manis sepah dibuang, makanya Nasdem tetap mempercayakan mantan usungannya sebagai ketua di daerah.
Baca juga: Muscab PKB se-Sulsel Usung Tema Politik Kesejahteraan
"Kita memberikan semangat kepada kader yang belum terpilih. Kita tidak mau mengganti mereka. Selama masih siap jadi ketua, pasti dipertahankan," kata Syahar saat ditemui di ruangannya di DPRD Sulsel , kemarin.
Diakui Syahar, meski ketua DPD yang bertarung di pilkada 2020 kalah, namun mereka tetap memiliki suara yang signifikan. Nah perolehan suara itu yang kemudian akan dipertahankan dan ditingkatkan untuk pesta demokrasi selanjutnya.
"Mereka tetap punya suara kok, misalnya di Maros Andi Toto (Harmil) memiliki 30.000 suara. Di Lutim (Irwan Bachri) ada 40.000 suara. Ini semua suara dari para kader dan simpatisan Nasdem ," jelasnya.
Baca juga: Tim Hukum Demokrat Sulsel Kejar Pelanggaran Pidana Kader yang Ikut KLB
Jika suara ini kemudian dipertahankan dan ditingkatkan, maka Nasdem akan tambah berjaya di Sulsel, apalagi tren elektabilitas Nasdem di Sulsel memang tengah naik.
Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menyatakan, partainya sementara tengah melakukan evaluasi dan mematangkan struktur partai di 24 kabupaten/kota. Mulai dari pengurus wilayah hingga ranting cabang di tingkat RT dan RW.
"Kita baru saja konsolidasi dan menata struktural mulai dari tingkat ranting (Dprt), DPC, dan DPD sampai tingkat wilayah. Kader-kader kami ini betul-betul rapi struktur dan merata di seluruh Sulsel," paparnya.
Baca juga: Appi Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Golkar Makassar
Pengecekan kartu tanda anggota elektronik (e-KTA) juga dilakukan, serta memperbaiki sinergitas dan solidnya antarkader. Khusus kader yang duduk sebagai legislator diperintahkan untuk membangun hubungan yang baik dengan pemerintah.
"Kita perintahkan untuk kepada anggota DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota untuk bersinergi secara struktur, baik program maupun apa dan lainnya. Begitu juga di eksekutif, kita minta untuk bersinergitas dengan legislatif," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :