Pandemi COVID-19, Umat Hindu Lereng Bromo Khusyuk Panjatkan Doa di Hari Raya Nyepi
Sabtu, 13 Maret 2021 - 10:03 WIB
loading...
Umat Hindu di lereng Gunung Bromo, merayakan Nyepi di tengah pandemi COVID-19. Foto/iNews TV/Hana Purwadi
A
A
A
PROBOLINGGO - Perayaan Nyepi tahun saka 1943, dirayakan umat Hindu di lereng Gunung Bromo , dengan penuh kekhusyukan. Warga di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melaksanakan perayaan tahun saka 1943, pada Minggu (14/3/2021).
Baca juga: Hari Nyepi, 84 Penerbangan ke Bali Setop Dulu Ya!
Pelaksanaan rangkaian perayaan Nyepi yang bertepatan dengan pandemi COVID-19 , membuat upacara pengambilan air suci atau Melasti, serta upacara Tawur Agung (Ogoh-ogoh) digelar tidak melibatkan umat dan hanya dilakukan oleh orang tertentu atau pemangku.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto menjelaskan, Nyepi kali ini merupakan tahun yang kedua disuasana pandemi COVID-19. Namun, umat Hidu tetap menjalankan ibadah Nyepi dengan penuh kekhusyukan.
Baca juga: Tak Lulus Seleksi Sekolah Inspektur, Puluhan Anggota Polisi Lakukan Protes di Polda Papua
Protokol kesehatan, selalu mereka terapkan saat menggelar rangkaian upacara Nyepi . Seperti pelaksanaan pengambilan air suci di Goa Widodaren Gunung Bromo, atau Melasti, serta upacara tawur kesanga (Ogoh-ogoh) yang dipusatkan di jurang Pendil, dilaksanakan oleh pemangku saja dan hanya sebagian kecil umat Hindu. "Dimasa pandemi COVID-19, pelaksanaan upacara peribadatan tidak melibatkan umat, hanya pemangku saja," tutur Bambang. Sabtu (13/3/2021).
Baca juga: Hari Nyepi, 84 Penerbangan ke Bali Setop Dulu Ya!
Pelaksanaan rangkaian perayaan Nyepi yang bertepatan dengan pandemi COVID-19 , membuat upacara pengambilan air suci atau Melasti, serta upacara Tawur Agung (Ogoh-ogoh) digelar tidak melibatkan umat dan hanya dilakukan oleh orang tertentu atau pemangku.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto menjelaskan, Nyepi kali ini merupakan tahun yang kedua disuasana pandemi COVID-19. Namun, umat Hidu tetap menjalankan ibadah Nyepi dengan penuh kekhusyukan.
Baca juga: Tak Lulus Seleksi Sekolah Inspektur, Puluhan Anggota Polisi Lakukan Protes di Polda Papua
Protokol kesehatan, selalu mereka terapkan saat menggelar rangkaian upacara Nyepi . Seperti pelaksanaan pengambilan air suci di Goa Widodaren Gunung Bromo, atau Melasti, serta upacara tawur kesanga (Ogoh-ogoh) yang dipusatkan di jurang Pendil, dilaksanakan oleh pemangku saja dan hanya sebagian kecil umat Hindu. "Dimasa pandemi COVID-19, pelaksanaan upacara peribadatan tidak melibatkan umat, hanya pemangku saja," tutur Bambang. Sabtu (13/3/2021).
Lihat Juga :