Terbukti Terlibat dalam Insiden Berdarah Minggu Sore, 5 Anggota Geng Motor Jadi Tersangka
Senin, 01 Maret 2021 - 15:34 WIB
loading...
Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro. Foto/Dok.MPI
A
A
A
CIMAHI - Polres Cimahi menaikkan status lima orang anggota geng motor yang diamankan usai terlibat dalam insiden bentrokan berdarah menjadi tersangka.
Kelima orang tersebut berperan dan terbukti telah melakukan aksi kekerasan sekaligus penganiayaan kepada korban yang meninggal dunia berinisial MR.
"Lima anggota geng motor yang terlibat bentrokan dan telah diamankan kini statusnya sudah sebagai tersangka," kata Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, Senin (1/3/2021).
Diungkapkannya, alasan penetapan tersangka ini karena mereka terlibat secara langsung dalam aksi bentrokan di Jalan Raya Purwakarta-Padalarang, tepatnya di Desa Nyalindung, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tersebut.
Meski sudah menetapkan lima orang tersangka, namun pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka tambahan. Termasuk mencari barang bukti lainnya yang digunakan para pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
"Kita masih kembangkan dan mencari barang bukti yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban," sambungnya.
Lebih lanjut dikatakannya, bentrokan itu terjadi saat kedua kelompok geng motor XTC dan Moonraker berpapasan di kawasan tersebut. Namun masih didalami apakah mereka berpapasan secara kebetulan ataukah memang sudah direncanakan akan bentrok di kawasan tersebut.
Kelima orang tersebut berperan dan terbukti telah melakukan aksi kekerasan sekaligus penganiayaan kepada korban yang meninggal dunia berinisial MR.
"Lima anggota geng motor yang terlibat bentrokan dan telah diamankan kini statusnya sudah sebagai tersangka," kata Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, Senin (1/3/2021).
Diungkapkannya, alasan penetapan tersangka ini karena mereka terlibat secara langsung dalam aksi bentrokan di Jalan Raya Purwakarta-Padalarang, tepatnya di Desa Nyalindung, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tersebut.
Meski sudah menetapkan lima orang tersangka, namun pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka tambahan. Termasuk mencari barang bukti lainnya yang digunakan para pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
"Kita masih kembangkan dan mencari barang bukti yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban," sambungnya.
Lebih lanjut dikatakannya, bentrokan itu terjadi saat kedua kelompok geng motor XTC dan Moonraker berpapasan di kawasan tersebut. Namun masih didalami apakah mereka berpapasan secara kebetulan ataukah memang sudah direncanakan akan bentrok di kawasan tersebut.
Lihat Juga :