FBR Bantah Bacok 2 Bocah di Ciputat, Kapolres Kerahkan Timsus Buru Pelaku
Minggu, 28 Februari 2021 - 20:52 WIB
loading...
Panglima Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Andi Aferi Amrani alias Daeng Fery membantah jika anggotanya dikaitkan dengan aksi penyerangan Pos Pemuda Pancasila (PP) di Jalan H Isa, Rengas, Ciputat Timur, Minggu (28/2/21). Okezone/
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Panglima Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Andi Aferi Amrani alias Daeng Fery membantah jika anggotanya dikaitkan dengan aksi penyerangan Pos Pemuda Pancasila (PP) di Jalan H Isa, Rengas, Ciputat Timur, Minggu (28/2/21).
Akibat penyerangan di pos tersebut, 2 bocah yang kebetulan sedang tertidur di sana yakni BR (15) dan JN (18) mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam. Para pelaku melarikan diri setelah warga mulai berdatangan. Kejadian itu pun lantas dikaitkan dengan bentrokan massa FBR dan PP pada malam kejadian.
"Nggak ada, kita pastikan itu bukan anggota kita. Memang pada malam dinihari ada kejadian, hanya kesalahpahaman saja di lapangan. Akhirnya kita, baik dari FBR ataupun PP sama-sama mengingatkan anggota di lapangan," terang Daeng Fery saat menggelar pertemuan bersama di Mapolres Tangsel. (Baca juga; Bentrok Ormas di Tangsel, 2 Bocah Salah Sasaran Luka Bacok )
Meski begitu, dia menyayangkan ulah beberapa massa dari Ormas PP yang justru melakukan penyerangan ke gardu Posko FBR di Perigi, Pondok Aren, dinihari. Padahal beberapa jam sebelumnya, pimpinan kedua belah pihak telah sepakat menganggap kesalahpahaman telah diselesaikan.
"Waktu kejadian di Maruga (Ciputat) itu kan hanya kesalahpahaman saja, sudah diselesaikan. Tapi kita sayangkan, karena setelah itu gardu kita di Perigi diserang, untung nggak ada korban. Kalau dari kita, sudah saya pastikan dari malam kejadian nggak ada lagi yang konvoi ke luar kampung, jaga kampung masing-masing," tegasnya.
Akibat penyerangan di pos tersebut, 2 bocah yang kebetulan sedang tertidur di sana yakni BR (15) dan JN (18) mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam. Para pelaku melarikan diri setelah warga mulai berdatangan. Kejadian itu pun lantas dikaitkan dengan bentrokan massa FBR dan PP pada malam kejadian.
"Nggak ada, kita pastikan itu bukan anggota kita. Memang pada malam dinihari ada kejadian, hanya kesalahpahaman saja di lapangan. Akhirnya kita, baik dari FBR ataupun PP sama-sama mengingatkan anggota di lapangan," terang Daeng Fery saat menggelar pertemuan bersama di Mapolres Tangsel. (Baca juga; Bentrok Ormas di Tangsel, 2 Bocah Salah Sasaran Luka Bacok )
Meski begitu, dia menyayangkan ulah beberapa massa dari Ormas PP yang justru melakukan penyerangan ke gardu Posko FBR di Perigi, Pondok Aren, dinihari. Padahal beberapa jam sebelumnya, pimpinan kedua belah pihak telah sepakat menganggap kesalahpahaman telah diselesaikan.
"Waktu kejadian di Maruga (Ciputat) itu kan hanya kesalahpahaman saja, sudah diselesaikan. Tapi kita sayangkan, karena setelah itu gardu kita di Perigi diserang, untung nggak ada korban. Kalau dari kita, sudah saya pastikan dari malam kejadian nggak ada lagi yang konvoi ke luar kampung, jaga kampung masing-masing," tegasnya.
Lihat Juga :