Sempat Diputus karena Nunggak Tagihan, Listrik Kantor Pemkab Kampar Disambung Lagi

loading...
Sempat Diputus karena Nunggak Tagihan, Listrik Kantor Pemkab Kampar Disambung Lagi
PEKANBARU - PT PLN (Persero) menyambung kembali aliran listrik kantor Pemkab Kampar, Riau. Hal itu setelah pihak pemkab bersedia membayar tunggakan tagihan. Foto/Ist
KAMPAR - PT PLN (Persero) menyambung kembali aliran listrik di sejumlah kantor Pemkab Kampar , Riau termasuk di Balai Bupati. Penyambungan kembali setelah pihak pihak pemkab bersedia membayar tunggakan tagihan listrik.

Baca juga: Putus Listrik Kantor Bupati Kampar Gara-gara Nunggak Bayar, Pemkab Balas Segel Kantor PLN

"Untuk perkantoran Pemerintah Kabupaten Kampar sudah menyala dengan normal. Hal ini dikarenakan tagihan rekening listrik yang telah dibayarkan," kata Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekanbaru yang juga membawahi Kampar, Himawan Sutanto Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Amankan Jaringan Listrik, PLN Gerak Cepat Tanggulangi Dampak Bencana Ekstrem

Dia mengatakan, PLN siap membantu pemerintah daerah dalam mengurangi beban pembayaran di bulan yang akan datang. "Caranya dengan menjadwalkan penyalaan lampu jalan dan perkantoran yang akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi tagihan rekening listrik setiap bulannya," ujarnya.

Tidak hanya itu, PLN juga turut membantu pemerintah daerah melakukan pemungutan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan langsung disetorkan setiap bulannya sesuai jadwalnya.



"PPJ yang sudah dibayarkan pelanggan sesuai peraturan daerah kabupaten atau kota selalu setiap bulannya disetorkan oleh PLN ke rekening pemerintah daerah tanpa terlambat," tambah Himawan.

Terkait prosedur apabila pelanggan mengalami keterlambatan pembayaran rekening listrik. PT PLN akan melakukan pemutusan listrik ke pelanggan jika ada keterlambatan pembayaran, maksimal tanggal 20 setiap bulannya.

Sementara bagi pelanggan yang telat membayar sampai tiga bulan lamanya, maka perseroan akan melakukan pembongkaran rampung dan berhenti sebagai pelanggan PLN.

Bagi pelanggan yang terjadi penyegelan dan pemutusan sementara, penyambungan kembali dapat dilakukan jika pelanggan telah melunasi tunggakan atau tagihan listriknya yang disertai dengan biaya keterlambatan.

Sedangkan bagi pelanggan yang terjadi pembongkaran rampung, maka pelanggan baru dapat menikmati listrik kembali jika sudah melunasi seluruh tunggakan dan membayar kembali biaya pasang baru.



Oleh karena itu kepada seluruh pelanggan agar membayar tepat waktu. Perseroan memberikan tenggat waktu pembayaran dari tanggal 1 hingga tanggal 20.

Sementara bagi pelanggan yang sudah membayar tepat waktu dirinya memberikan apresiasi . Perseroan pun akan terus meningkatkan layanan dan kebutuhan masyarakat akan listrik.

"Kita berterima kasih kepada pelanggan PLN yang telah tertib dalam melakukan pembayaran rekening listrik. Dengan membayar listrik tepat waktu, pelanggan akan semakin mudah menikmati listrik," sambung Himawan.

Himawan menjelaskan terkait penyegelan kantor PLN ULP Bangkinang yang dilakukan oleh DPMPTSP Kabupaten Kampar tidak mempengaruhi PLN dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan tetap menjaga pasokan listrik kepada seluruh masyarakat.

"Pada saat renovasi kantor, kami juga sedang mengurus IMB secara paralel namun belum selesai. Maka dari itu, kebetulan terdapat DPMPTSP Kabupaten Kampar sedang melakukan sidak. Sehingga IMB yang sedang diurus secara paralel dengan renovasi kantor tidak bisa ditunjukkan. Saat ini kami sedang menunggu IMB terbit sehingga akan kami bayarkan seluruh biayanya," jelas Himawan

Seperti diketahui beberapa waktu ini, pihak PLN melakukan pemutusan listrik di sejumlah dinas Pemkab Kampar termasuk di balai bupati, yang berada di Bangkinang Ibu Kota Kampar. Gayung bersambut, pihak Pemkab Kampar 'membalas' dengan melakukan penyegelan Kantor PLN di Bangkinang dengan alasan IMB.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top