Salatiga Gempar, Pemotor Meninggal Mendadak Usai Bersitegang di Jalan

loading...
Korban lantas menghampiri Bayu dan memukulnya dengan tangan kosong sebanyak satu kali di bagian dagu sebelah kiri. Melihat anaknya dipukul, Andreas dan istrinya ke luar rumah untuk melerai.

Korban lantas berjalan mundur namun mengenai motor hingga terjatuh. Selanjutnya korban bangun kembali dengan maksud menghampiri Andreas dan anaknya. Istri Andreas pun menghalangi langkah korban dan menjauhkannya.

Setelah berjalan sekira 15 meter, istri Andreas meminta maaf kepada korban. Namun korban tidak menjawab dan hanya menggoyangkan kedua tangannya. Tak lama kemudian korban duduk sembari melemparkan helm dan membuka masker serta jaket yang dikenakan sambil kedua tangannya memegang dada.

Setelah itu korban terjatuh dengan posisi terlentang dan kejang-kejang. Kedua tangannya seperti meremas dan selanjutnya korban terdiam. Warga yang melihat kejadian itu, langsung menolong dan membawanya ke rumah korban. Namun sesampainya di rumah korban sudah meninggal dunia.

Kasubbag Humas Polres Salatiga AKP Hari Selamet Trianto membenarkan adanya peristiwa itu. Setelah diketahui meninggal dunia, korban langsung di bawa ke RSUD Kota Salatiga untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Hasil dari pemeriksaan Dr.Seno RSUD Kota Salatiga bahwa sementara korban tidak ada luka tanda kekerasan cuma ada tanda lecet di kaki," ujarnya, Selasa (23/2/2021)

Menurutnya, pihak keluarga korban sudah menerima kematian korban tanpa paksaan dari pihak manapun. Pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan yang isinya menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak akan menuntut siapapun.

"Menurut keterangan dari keluarga, bahwa korban mempunyai riwayat asma akut dan temperamen tinggi. Keluarga juga menerima kematian korban sebagai musibah," pungkasnya.
(shf)
halaman ke-2 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top