Ahli Tata Kota Nilai Pencegahan Banjir di DKI Sulit Dilakukan
Sabtu, 20 Februari 2021 - 05:28 WIB
loading...
DKI Jakarta sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Bahkan, beberapa hari ini curah hujan tinggi juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - DKI Jakarta sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Bahkan, dalam beberapa hari ini curah hujan yang tinggi juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta.
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah DKI Banjir
Ahli Tata Kota, Yayat Supriatna menyebutkan pencegahan banjir di Jakarta menjadi tantangan paling sulit. "Pencegahan banjir setiap tahunnya di DKI Jakarta ini paling sulit tantangannya," ungkap Yayat, Sabtu (20/2/2021).
Baca juga: Lanud Halim dan Yonko 461 Paskhas Bantu Korban Banjir Cipinang Melayu
Meskipun, kata Yayat, banjir yang merendam wilayah Jakarta di tahun 2021 ini tidak separah banjir di awal tahun 2020 lalu. "Memang banjir di Jakarta tidak separah tahun lalu ya di awal Januari 2020 itu kita mengalami hujan yang sangat ekstrem, hampir sangat bisa melumpuhkan," ucapnya.
"Bisa dikatakan curah hujan di tahun 2020 itu hampir menyeluruh di Jabodetabek. Namun, pada tahun 2021 ini sepertinya penyebarannya masih terkonsentrasi di sekitar DKI Jakarta dan di wilayah Bekasi," tambahnya.
Baca juga: Atasi Banjir di Cipinang Melayu, Pemadam Kebakaran Kerahkan 20 Unit Pompa Portabel
Yayat mengatakan harus diakui, lokasi banjir di Jakarta sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. "Seperti Cipinang Melayu. Memang diakui aspek geografi, dari konturnya, dari posisinya sangat rentan terhadap potensi genangan banjir pada saat curah hujan tinggi," jelasnya.
Yayat mengungkapkan, sebagian besar terdampak banjir berada di wilayah bantaran sungai. "Nah, kalau kita bandingkan dengan wilayah lainnya hampir sebagian besar wilayah yang terdampak banjir itu ada di bantaran sungai atau berada di wilayah aliran sungai," tuturnya.
Dia pun membandingkan dengan Bekasi, bahwa bantaran sungai di sebagian perumahan yang terendam banjir di sana juga di wilayah bantaran sungai.
"Kalau kita bandingkan lagi dengan di Bekasi sebagai perbandingan, hasil analisis saya dengan banjir Bekasi, sebagian besar perumahan-perumahan formal atau pengembangan perumahan di kawasan Bekasi itu berada di bantaran sungai," ucapnya.
Yayat menyimpulkan, sistem drainase juga sangat berpengaruh terhadap potensi banjir di suatu wilayah. "Jadi bisa dikatakan sistem drainase yang mengarah langsung ke badan sungai jika sungai meluap itu otomatis akan menutup, sama sekali air sangat tergantung pada badan air utamanya untuk surutnya," ungkapnya.
"Jadi bisa dikatakan kondisi jika curah hujan tinggi otomatis yang harus diperhatikan adalah di wilayah bantaran sungai dengan tingkat kecekungan atau wilayah yang paling mendalam," tutupnya.
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah DKI Banjir
Ahli Tata Kota, Yayat Supriatna menyebutkan pencegahan banjir di Jakarta menjadi tantangan paling sulit. "Pencegahan banjir setiap tahunnya di DKI Jakarta ini paling sulit tantangannya," ungkap Yayat, Sabtu (20/2/2021).
Baca juga: Lanud Halim dan Yonko 461 Paskhas Bantu Korban Banjir Cipinang Melayu
Meskipun, kata Yayat, banjir yang merendam wilayah Jakarta di tahun 2021 ini tidak separah banjir di awal tahun 2020 lalu. "Memang banjir di Jakarta tidak separah tahun lalu ya di awal Januari 2020 itu kita mengalami hujan yang sangat ekstrem, hampir sangat bisa melumpuhkan," ucapnya.
"Bisa dikatakan curah hujan di tahun 2020 itu hampir menyeluruh di Jabodetabek. Namun, pada tahun 2021 ini sepertinya penyebarannya masih terkonsentrasi di sekitar DKI Jakarta dan di wilayah Bekasi," tambahnya.
Baca juga: Atasi Banjir di Cipinang Melayu, Pemadam Kebakaran Kerahkan 20 Unit Pompa Portabel
Yayat mengatakan harus diakui, lokasi banjir di Jakarta sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. "Seperti Cipinang Melayu. Memang diakui aspek geografi, dari konturnya, dari posisinya sangat rentan terhadap potensi genangan banjir pada saat curah hujan tinggi," jelasnya.
Yayat mengungkapkan, sebagian besar terdampak banjir berada di wilayah bantaran sungai. "Nah, kalau kita bandingkan dengan wilayah lainnya hampir sebagian besar wilayah yang terdampak banjir itu ada di bantaran sungai atau berada di wilayah aliran sungai," tuturnya.
Dia pun membandingkan dengan Bekasi, bahwa bantaran sungai di sebagian perumahan yang terendam banjir di sana juga di wilayah bantaran sungai.
"Kalau kita bandingkan lagi dengan di Bekasi sebagai perbandingan, hasil analisis saya dengan banjir Bekasi, sebagian besar perumahan-perumahan formal atau pengembangan perumahan di kawasan Bekasi itu berada di bantaran sungai," ucapnya.
Yayat menyimpulkan, sistem drainase juga sangat berpengaruh terhadap potensi banjir di suatu wilayah. "Jadi bisa dikatakan sistem drainase yang mengarah langsung ke badan sungai jika sungai meluap itu otomatis akan menutup, sama sekali air sangat tergantung pada badan air utamanya untuk surutnya," ungkapnya.
"Jadi bisa dikatakan kondisi jika curah hujan tinggi otomatis yang harus diperhatikan adalah di wilayah bantaran sungai dengan tingkat kecekungan atau wilayah yang paling mendalam," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :