PVMBG Duga Tol Cipali Ambles Akibat Material Timbunan yang Kurang Padu

Jum'at, 12 Februari 2021 - 19:24 WIB
loading...
PVMBG Duga Tol Cipali...
PVMBG menyebut salah satu penyebab bencana Jalan Tol Cipali ambles diduga akibat material timbunan yang belum padu yang menyebabkan lokasi bencana mudah erosi. Foto Ist
A A A
SUBANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan perhatian serius terhadap peristiwa amblesnya jalan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) kilometer (Km) 122.400 arah Jakarta atau jalur B.

Bahkan, PVMBG menerjunkan tim tanggap darurat untuk memastikan penyebab peristiwa yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas kendaraan seiring pemberlakuan rekayasa lalu lintas lawan arus (contra flow) oleh petugas kepolisian.

Dalam keterangan resminya, Kepala PVMBG Andiani mengatakan, bencana pergerakan tanah yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Selasa (9/2/2021) pukul 03.00 dini hari itu merupakan nendatan lambat atau rayapan yang ditandai dengan retakan pada badan jalan.

"Retakan terjadi pada badan jalan sepanjang 20 meter dengan kedalaman 1 meter pada jalur arah Jakarta," kata Andiani kepada SINDOnews.

Meski begitu, lanjut Andiani, berdasarkan hasil analisa pihaknya, di sekitar lokasi bencana tidak terdapat struktur geologi berupa lipatan maupun sesar/patahan.

Lokasi bencana merupakan daerah landai hingga agak curam yang berada di bantaran Sungai Cipunagara dengan kemiringan lereng di bawah 20 derajat dam berada pada ketinggian 20-25 meter di atas permukaan laut.

Tidak hanya itu, Andiani juga mengatakan bahwa berdasarkan Peta Prakiraan Terjadinya Gerakan Tanah Bulan Februari 2021 di Kabupaten Subang, ruas Jalan Tol Cipali km 122 juga berada pada wilayah dengan potensi gerakan tanah rendah.

"Artinya, pada zona ini jarang terjadi gerakan tanah, kecuali pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai dan gawir atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama (di sekitar lokasi bencana) pun telah mantap kembali," paparnya.

Baca juga: Tol Cipali Ambles 30 Meter, Kakorlantas Mabes Polri: Atasi Macet Contra Flow Dipangkas


Berdasarkan hasil analisa tersebut, Andiani menduga, salah satu penyebab bencana gerakan tanah tersebut akibat material timbunan yang belum padu yang menyebabkan lokasi bencana mudah erosi.

"Faktor penyebab gerakan tanah itu kemungkinan (akibat) material timbunan yang kurang padu atau mudah erosi," katanya.

Selain kurang padunya material timbunan, Andiani pun menyebutkan tiga faktor lainnya yang diperkirakan menjadi penyebab peristiwa tersebut, yakni kemiringan lereng yang tidak tercantum curam, sehingga gerakan tanah relatif lambat dan pengaruh dari erosi air permukaan (air hujan maupun aliran sungai) di kaki lereng mengingat lokasi bencana berada tidak jauh dari sungai besar.

"Terakhir, curah hujan yang tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah," kata Andiani.

Baca: Jalan Tol Cipali Km 122 Arah Jakarta Ambles dan Retak, Diberlakukan Contraflow

Berdasarkan faktor-faktor penyebab tersebut, Andiani merekomendasikan perbaikan segera terhadap jalan tol yang retak dan amblas, menutup retakan dan dipadatkan agar air tidak meresap ke dalamnya yang dapat mempercepat pergerakan, dan mengarahkan aliran air permukaan agar area retakan.

"Membuat perkuatan lereng di tepian badan jalan yang berada dekat dengan sungai untuk mengurangi laju erosi dan meningkatkan kestabilan lereng," tandasnya.

Sementara Departemen Head CCO ASTRA Tol Cipali Theresia Dyah kepada SINDOnews, mengatakan, pihaknya saat ini fokus di penanganan perbaikan jalan yang mengalami keretakan dan ambles.

"Kita fokuskan dulu untuk penanganan pembuatan jalan sementara agar lalu lintas bisa dilalui secara normal oleh kendaraan," kata Theresia Dyah, Jumat sore (12/2/2021).

Berdasarkan informasi yang diterima SINDOnews, kontraktor penimbunan dilaksanakan oleh PT LMA yang berasal dari Bekasi.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kendaraan Kembali...
Arus Kendaraan Kembali ke Jabodetabek Meningkat Jelang Berakhirnya Libur Panjang Iduladha
Libur Panjang Iduladha,...
Libur Panjang Iduladha, 330 Ribu Kendaraan Melintasi Tol Regional Nusantara
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Mulai Diperbaiki, Box Culvert Dipasang Malam Ini
Lalin Tol Japek Lancar...
Lalin Tol Japek Lancar saat Libur Iduladha, 30 Gardu di Cikatama Dioperasikan Situasional
Anggota DPR dari PKB...
Anggota DPR dari PKB Muhammad Hilman Mufidi Lewati Masa Kritis setelah Kecelakaan di Tol
Anggota DPR dari PKB...
Anggota DPR dari PKB Muhammad Hilman Mufidi Kecelakaan di Tol, 2 Staf Tewas
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 334.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Rekomendasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved