Alumni Perikanan Undip Dorong Pemerintah Jamin Usaha Akuakultur

Sabtu, 16 Mei 2020 - 21:42 WIB
loading...
Alumni Perikanan Undip...
Diskusi virtual Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) Jabodetabek mendorong pemerintah untuk memberi jaminan UMKM Perikanan Budidaya (Akuakultur) bertahan di tengah pandemi COVID-19. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) mendorong pemerintah untuk memberi jaminan agar usaha UMKM Perikanan Budidaya (Akuakultur) tetap bertahan di tengah hantaman dampak ekonomi pandemi COVID-19 . Salah satu upaya yang perlu menjadi fokus yakni perbaikan rantai pasok hasil produksi akuakultur di sentral sentral produksi. (Baca juga: Pos Polisi di Paniai Papua Diserang, 1 Anggota Kritis dan 3 Senpi Hilang)

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Kerapu yang juga anggota Komisi I DPR, Abdul Kadir Karding saat melakukan diskusi virtual yang digagas Kerapu Wilayah Jabodetabek, Sabtu (16/5/2020). Diskusi ini mengusung topik "Pandemik COVID-19 terhadap Ekonomi Sektor Perikanan" dan diikuti berbagai kalangan mulai anggota DPR, praktisi, pelaku industri, akademisi, kalangan birokrat dan stakeholders lainnya. (Baca juga: Terus Bertambah, Karyawan Indogrosir Positif COVID-19 Jadi 32 Orang)

Karding menambahkan, di tengah pandemik COVID-19 perlu ada skala prioritas untuk menyelesaikan hal-hal mendasar dalam bisnis sektor perikanan. Melalui diskusi ini nanti akan dipetakan prioritas apa yang perlu segera diperbaiki dalam jangka pendek untuk memastikan proses produksi tetap berjalan. "Tadi dikatakan market demand juga bermasalah, ini nanti kita minta pihak terkait segera eksekusi arahan Presiden termasuk memastikan stimulus ekonomi betul-betul berdampak dalam mengungkit proses bisnis baik di hulu maupun di hilirnya (industri pengolah). Nanti saya pastikan kesimpulan diskusi bisa sampai ke pihak yang berkepentingan baik KKP, BUMN bahkan kalau bisa ke Pak Presiden langsung," jelas Karding.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Kurnia Mitra Makmur (KMM) Didik Sudiarso yang juga menjadi narasumber pada ajang tersebut, mengatakan bahwa pandemi COVID-19 telah menyebabkan market demand menurun drastis. Menurutnya, saat ini pasar dalam negeri menjadi objek market terbesar.

Didik juga mengaku berbagai masukan dan aspirasi dari pelaku industri telah disampaikan. Masalah terbesarnya yakni pasar yang tersendat dan mempengaruhi cash flow perusahaan. "Saya kira saat ini bukan lagi bicara wacana, tapi saatnya eksekusi agar program benar-benar mampu secara langsung menyelesaikan problem mendasar. Ini industri harus benar-benar bisa beradaptasi. Apalagi pasca COVID-19, dipastikan ada perubahan terhadap pola hidup masyarakat. Sekali lagi, peran Pemerintah saat ini benar-benar dibutuhkan. Harus ada intervensi besar," tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Kerapu Wilayah Jabodetabek, Tri Hariyanto mengatakan, media diskusi seperti ini penting dan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari kontribusi alumni untuk memberikan masukan konstruktif pada Pemerintah, khususnya bagi kemajuan sektor perikanan.

"Ini bentuk respons kami untuk memberikan masukan konstruktif atas berbagai masalah yang menimpa pada industri perikanan, terutama di tengah pandemik COVID-19," kata Tri yang juga pengawas ahli utama di bidang Akuakultur.

Diketahui, saat ini wabah pandemik COVID-19 telah berdampak terhadap ekonomi di sektor perikanan. Secara makro ekonomi, BPS mencatat pada tri wulan I tahun 2020, pertumbuhan PDB sektor perikanan terkoreksi menurun dari sebelumnya di tri wulan I 2019 sebesar 5,21% turun menjadi 5,10%.

Di sisi lain, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) mengalami defisit terdalam pada periode April 2020 yakni sebesar 99,02%. Kondisi ini menandakan daya beli pembudidaya ikan mengalami penurunan drastis selama masa COVID-19 ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Undip Dikeroyok...
Mahasiswa Undip Dikeroyok 30 Orang, Sahroni: Polisi Harus Tindak Tegas Pelaku!
2 Desa di Sulsel Ditetapkan...
2 Desa di Sulsel Ditetapkan Jadi Wilayah Berbasis Ekonomi Perikanan
Tragis! Mahasiswi Kimia...
Tragis! Mahasiswi Kimia Undip Ditemukan Tewas di Indekos Tembalang Semarang
KKN di Batang, Mahasiswa...
KKN di Batang, Mahasiswa KKN Undip Sosialisasi Kesetaraan Gender
Kasus Bullying dan Pemerasan...
Kasus Bullying dan Pemerasan dr. Aulia Risma, Polda Jateng: Nilainya Capai Rp2 Miliar per Semester
Polda Jateng Cegah 3...
Polda Jateng Cegah 3 Dokter Tersangka Bullying dan Pemerasan Aulia Risma ke Luar Negeri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Hadiri Asia Pacific...
Hadiri Asia Pacific Maritime 2026, BKI Perkuat Kolaborasi Industri Maritim Global
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Rekomendasi
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
Berita Terkini
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved