21 Hari Larangan Mudik, 504 Kendaraan Masuk DIY Diminta Putar Balik

Sabtu, 16 Mei 2020 - 18:30 WIB
loading...
21 Hari Larangan Mudik,...
Petugas sedang memeriksa kendaraan dari luar dari yang akan masuk ke wilayah DIY di Tempel, Sleman. Foto/Dok HUMAS PEMKAB SLEMAN
A A A
SLEMAN - Pemerintah telah melarang mudik, sejak 24 April 2020. Meski begitu masih ada masyarakat yang nekat melakukannya.

Polda DIY mencatat selama 21 hari pelaksaanan Operasi Ketupat Progo 2020, dari 24 April-14 Mei 2020, telah memeriksa 11.858 kendaraan yang masuk wilayah hukumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 504 kendaraan di antaranya diminta putar balik. Dari jumlah ini, paling banyak kendaraan roda empat, yakni 467 kendaraan, 25 bus, 11 roda dua, dan dua mobil barang.

Jumlah ini merupakan akumulasi dari empat check point pintu masuk utama DIY, yaitu di Temon Kabupaten Kulonprogro; Bedoyo, Kabupaten Gununungkidul; serta Tempel dan Prambanan, Kabupatan Sleman.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, di Temon petugas memeriksa 3.377 kendaraan. Dari jumlah ini, 98 kendaraan (dua bus, 84 ronda empat) diminta putar balik. Di Bedoyo polisi memeriksa 843
kendaraan, dan 122 di antaranya (7 bus, 102 roda empat, 11 roda dua dan 2 mobil barang) diminta putar balik. Di Tempel memeriksa 3.883 kendaraan, 107 kendaraan (5 bus dan 102 roda empat), diminta putar balik dan di Prambanan memeriksa 4.004 kendaraan 177 kendaraan (dua bus dan 158 roda empat) diminta putar balik.

"Prioritas dalam kegiatan ini, yakni penyekatan pada jalan utama dan jalur alternatif masuk DIY," kata Yuliyanto, Sabtu (16/5/2020).

Untuk jalur alternatif, yang menjadi perhatian adalah jalur Tempel-Pakem dan Tempel-Jalan Wates di wilayah Sleman, Srandakan di wilayah Bantul serta Baron-Rongkop dan depan Kecamatan Ngawen di Gunungkidul.

"Selama 21 hari kami juga mencatat ada 28 kejadian kecelakaan lalu lintas, 4 orang luka berat, 3 orang luka ringan, kerugian materi Rp9,4 juta," kata mantan Kapolres Sleman itu.

Sementara itu, hingga Jumat (15/5/2020), perantau yang mudik ke Sleman tercatat ada 7.720 orang. Paling banyak di Kecamatan Tempel, 825 orang dan paling sedikit di Kecamatan Cangkringan, 207 orang.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemkot Yogyakarta Lakukan...
Pemkot Yogyakarta Lakukan Sweeping Daycare Pascakasus Kekerasan Anak di Little Aresha
13 Tersangka Kasus Penganiayaan...
13 Tersangka Kasus Penganiayaan Daycare di Jogja, Polda DIY Sebut Bisa Bertambah
2,77 Juta Kendaraan...
2,77 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jabotabek hingga H+7 Lebaran
Ribuan Sepeda Motor...
Ribuan Sepeda Motor Padati Jalur Arteri Karawang pada Arus Balik Lebaran Minggu Sore
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Terminal Kampung Rambutan, 4.330 Pemudik Kembali ke Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran...
Puncak Arus Balik Lebaran Gelombang Dua, Ratusan Kendaraan Padati Pelabuhan Bakauheni
Kolaborasi Pembangunan...
Kolaborasi Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Optimal
Kemenag Sebut Masyarakat...
Kemenag Sebut Masyarakat Penerima Manfaat Masjid Ramah Pemudik Naik Signifikan
Kemenag Catat 3,5 Juta...
Kemenag Catat 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026
Rekomendasi
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Viral Thania Pijiti...
Viral Thania Pijiti Pacar Sarwendah, Ruben Onsu Khawatir Kehilangan Peran sebagai Ayah
Berita Terkini
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Infografis
Diprediksi Puncak Arus...
Diprediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved