Walk Out dari Paripurna saat PSI Bicara, Gerindra: Buat Gaduh Saja Mereka
Selasa, 15 Desember 2020 - 03:45 WIB
loading...
Aksi walk out sejumlah fraksi DPRD DKI Jakarta dalam rapat paripurna dipicu sikap PSI yang selama ini dinilai seenaknya sendiri. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani membantah aksi walk out saat PSI membacakan pandangan umum dalam rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan Perda nomor 1 tahun 2015, Senin (14/12/2020) direncanakan. Menurut dia itu aksi spontan fraksi-fraksi di DPRD, bukan hanya Gerindra.
Baginya tidak ada yang salah dengan hal itu karena setiap partai bebas menentukan sikap politik. Lagipula, selama ini PSI juga bersikap bebas. "Buat gaduh saja mereka bebas tanpa memikirkan hati teman teman di DPRD," kata Rani saat dihubungi, Senin (14/12/2020).
(Baca: Drama Pengesahan RUU Cipta Kerja, Tangisan hingga Aksi Walk Out)
Rani menjelaskan, pada saat Raperda tentang perubahan Perda nomor 1 tahun 2015 itu, kebetulan dirinya tidak berada di lokasi. Dirinya menghadiri melalui aplikasi zoom. Namun, dia sangat tahu bila aksi walk out itu sama sekali tidak direncanakan.
Tetapi dia melihat sikap itu bentuk kekecewaan rekan-rekannya terhadap anggota DPRD dari PSI. Mereka membiarkan orang-orang tidak penting di lingkungan mereka membuat gaduh dan membuat fitnah terhadap anggota DPRD yang lain, termasuk dirinya.
Baginya tidak ada yang salah dengan hal itu karena setiap partai bebas menentukan sikap politik. Lagipula, selama ini PSI juga bersikap bebas. "Buat gaduh saja mereka bebas tanpa memikirkan hati teman teman di DPRD," kata Rani saat dihubungi, Senin (14/12/2020).
(Baca: Drama Pengesahan RUU Cipta Kerja, Tangisan hingga Aksi Walk Out)
Rani menjelaskan, pada saat Raperda tentang perubahan Perda nomor 1 tahun 2015 itu, kebetulan dirinya tidak berada di lokasi. Dirinya menghadiri melalui aplikasi zoom. Namun, dia sangat tahu bila aksi walk out itu sama sekali tidak direncanakan.
Tetapi dia melihat sikap itu bentuk kekecewaan rekan-rekannya terhadap anggota DPRD dari PSI. Mereka membiarkan orang-orang tidak penting di lingkungan mereka membuat gaduh dan membuat fitnah terhadap anggota DPRD yang lain, termasuk dirinya.
Lihat Juga :