Proses Seleksi Calon Kepala Sekolah di Pinrang Diduga Jadi Lahan Bisnis
Rabu, 09 Desember 2020 - 15:57 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: Istimewa
A
A
A
PINRANG - Proses kenaikan pangkat guru, khususnya calon kepala sekolah (kasek) di Kabupaten Pinrang, diduga jadi ajang bisnis oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang . Oknum itu diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan nominal Rp40 juta hingga Rp50 juta per satu orang calon kepala sekolah.
Seorang guru yang meminta namanya tidak ditulis mengatakan, untuk menjadi kasek , guru harus menyediakan uang hingga puluhan juta. Sistem seleksi calon kasek dengan bayaran Rp40 hingga Rp50 juta tersebut, kata sumber, dilakukan dengan menggunakan jasa perantara atau calo.
Baca juga: Pencopotan Kepala UPTD Kanrerong Tunggu Proses Hukum
"Yang seharusnya sudah bisa menjadi kepala sekolah , baik karena jenjang karier maupun karena masa kerjanya, tidak jadi kepala sekolah bahkan hingga pensiun, karena tidak ada uang untuk membayar," katanya.
Menurut sumber, ada calo yang bekerja sama dengan pihak oknum di dinas terkait, yang mendatangi para calon kasek , ketika proses seleksi akan dilakukan. "Jadi, memang tidak langsung oknum dinas yang ke calon kepala sekolah yang akan ikut seleksi. Tapi ada calo dan dilaporkan untuk ditentukan ( calon kasek )," ungkap sumber
Seorang guru yang meminta namanya tidak ditulis mengatakan, untuk menjadi kasek , guru harus menyediakan uang hingga puluhan juta. Sistem seleksi calon kasek dengan bayaran Rp40 hingga Rp50 juta tersebut, kata sumber, dilakukan dengan menggunakan jasa perantara atau calo.
Baca juga: Pencopotan Kepala UPTD Kanrerong Tunggu Proses Hukum
"Yang seharusnya sudah bisa menjadi kepala sekolah , baik karena jenjang karier maupun karena masa kerjanya, tidak jadi kepala sekolah bahkan hingga pensiun, karena tidak ada uang untuk membayar," katanya.
Menurut sumber, ada calo yang bekerja sama dengan pihak oknum di dinas terkait, yang mendatangi para calon kasek , ketika proses seleksi akan dilakukan. "Jadi, memang tidak langsung oknum dinas yang ke calon kepala sekolah yang akan ikut seleksi. Tapi ada calo dan dilaporkan untuk ditentukan ( calon kasek )," ungkap sumber
Lihat Juga :