DP3A Kota Makassar Terima 15 Aduan KDRT Selama Masa PSBB

Selasa, 12 Mei 2020 - 19:08 WIB
loading...
DP3A Kota Makassar Terima...
Selama masa PSBB di Kota Makassar, DP3A menerima 15 aduan KDRT. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar menerima 15 aduan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Makassar.

Laporan tersebut masuk melalui pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DP3A.

Kepala DP3A Kota Makassar, Andi Tenri Palalo memprediksi, aduan KDRT akan terus meningkat seiring pandemi COVID-19 .

"Selama masa PSBB ini kita menerima kasus kurang lebih 15, tadi ada dua kemarin ada tiga, sudah 15 orang sekarang dan itu mayoritas perempuan. Kelihatannya akan terjadi lonjakan kekerasan selama masa COVID-19 ini," ujar Andi Tenri Palalo, Selasa (12/5/2020).

Baca juga: PSBB Makassar Tahap Kedua Didorong Lebih Humanis dan Persuasif

Rata-rata kata Andi Tenri, jenis kekerasan itu adalah kekerasan suami terhadap istri, saat ini pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk proses damai.

Tenri menduga, aksi KDRT yang dilakukan suami diduga karena tingkat stress yang meningkat. Dalam kasus demikian kata Tenri, pihaknya memberikan perlakuan khusus kepada pelaku.

"Sementara kita tenangkan dulu, baru kita lobby karena sambil terapi suaminya. Kemungkinan dia stress sehingga cara penanganan lebih spesifik dari biasanya," kata Tenri.

Sekadar diketahui, PSBB di Kota Makassar berjalan sejak 24 April yang lalu. Saat ini, PSBB di Kota Makassar sudah memasukimasa pemberlakukan tahap kedua.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Ungkap Pemicu...
Polisi Ungkap Pemicu 2 PRT Nekat Lompat dari Indekos di Benhil: Majikannya Sadis
REPDEM Kecam Penyiraman...
REPDEM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Aktivis Papua Kecam...
Aktivis Papua Kecam Serangan TPNPB yang Tewaskan 2 Warga Sipil di Tambrauw dan Tembagapura
Siswa SMP Sungai Raya...
Siswa SMP Sungai Raya Lempar Bom Molotov di Sekolah Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem
Kapolda Metro Jaya:...
Kapolda Metro Jaya: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Jarang Bergaul dan Tertarik Konten Kekerasan
Polisi Periksa Staf...
Polisi Periksa Staf Korban Kekerasan dan Pelecehan Kepala SPPG di Bekasi
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Akui Pernah Lakukan...
Akui Pernah Lakukan KDRT ke Istri, Dede Sunandar Ungkap Alasannya
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Rekomendasi
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk AS
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Berita Terkini
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved