Paket Sembako Dikorupsi, Warga Tangsel: Pantesan Kualitas Beras Buruk
Minggu, 06 Desember 2020 - 13:34 WIB
loading...
Paket sembako yang bakal didistribusikan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dan jajaran ditetapkan sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 . Setiap satu paket sembako bansos dikorupsi sebesar Rp10.000.
Sejumlah masyarakat menghujat tindakan tak manusiawi yang dilakukan oleh Juliari Cs tersebut. Apalagi, saat ini kondisi masyarakat sedang sulit akibat Covid-19.
Akmal Fauzi, warga Ciputat Tangerang Selatan yang juga penerima sembako, mengaku kesal atas tindakan Juliari. Sebab, selama ini bantuan beras yang dia terima kualitasnya di bawah standar.
"Kualitas beras tidak bagus. Parah sekali (buruk)," ujarnya, Minggu (6/12/2020). (Baca juga: Mensos Tersangka, Pejabatnya Sunat Rp10 Ribu Setiap Paket Bansos Covid-19 )
Tidak hanya itu, Akmal juga menyebut jumlah satuan sembako bantuan yang diterima sering berubah-ubah. Misalnya mi instan, kadang satuan sembako itu tidak ada di dalam paket yang dia terima.
Sejumlah masyarakat menghujat tindakan tak manusiawi yang dilakukan oleh Juliari Cs tersebut. Apalagi, saat ini kondisi masyarakat sedang sulit akibat Covid-19.
Akmal Fauzi, warga Ciputat Tangerang Selatan yang juga penerima sembako, mengaku kesal atas tindakan Juliari. Sebab, selama ini bantuan beras yang dia terima kualitasnya di bawah standar.
"Kualitas beras tidak bagus. Parah sekali (buruk)," ujarnya, Minggu (6/12/2020). (Baca juga: Mensos Tersangka, Pejabatnya Sunat Rp10 Ribu Setiap Paket Bansos Covid-19 )
Tidak hanya itu, Akmal juga menyebut jumlah satuan sembako bantuan yang diterima sering berubah-ubah. Misalnya mi instan, kadang satuan sembako itu tidak ada di dalam paket yang dia terima.
Lihat Juga :