Relief Bandara Kemayoran, Komitmen PPK Kemayoran Rawat Jejak Sejarah Penerbangan Indonesia

Kamis, 03 Desember 2020 - 06:01 WIB
loading...
Relief Bandara Kemayoran,...
Banyak jejak sejarah penerbangan Indonesia di Kemayoran, salah satunya adalah relief bandara Kemayoran. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menelisik sejarah penerbangan Indonesia, Kemayoran menjadi salah satu bagian penting di dalamnya. Kemayoran sebetulnya tidak sesempit pemahaman identitas tentangnya. Umumnya, Kemayoran hanya dikenal sebagai bagian dari corak keberagaman nusantara, yaitu dari budaya Betawi yang tumbuh dan berkembang bersamanya.

Padahal, terdapat bagian sejarah yang teramat penting yang pernah dihadirkan Kemayoran untuk Indonesia. Bahkan Bandara Internasional pertama Indonesia merupakan peran penting yang dulu diemban oleh Kemayoran.

"Tak ayal jika bandara Kemayoran hanya dikenal oleh segelintir masyarakat saja. Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa bandara internasional pertama Indonesia adalah Bandara Soekarno Hatta atau Bandara Halim Perdanakusuma," ujar Kepala Divisi Pemasaran dan Humas PPK, Emil Fatkhurrahman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/12/2020).

Menengok kembali sejarah penerbangan Indonesia di Kemayoran, memang terdapat banyak jejak sejarah yang tersisa di sana, salah satunya adalah relief bandara Kemayoran. Relief ini terletak di ruang tunggu terminal VIP eks Bandara Kemayoran yang secara khusus digunakan untuk tamu kenegaraan pada masa itu.

Di era modern, arsitektur dan dekorasi sebuah ruang tunggu bandara banyak dihias dengan lukisan maupun gambar yang memperlihatkan keindahan dan kekayaan alam sebuah negara. Sementara di era kepemimpinan Presiden Soekarno, ruang tunggu bandara internasional ditampilkan melalui karya seni relief, sebuah karya dalam bentuk seni pahat tiga dimensi.

Terdapat tiga buah relief yang dipasang pada dinding terminal VIP eks bandara Kemayoran.Diciptakan secara khusus pada ranah publik, tiga relief tersebut secara langsung menjadi karya seni ruang publik yang pernah dimiliki Indonesia.

"Pada masa itulah, relief bandara dibuat atas permintaan Presiden Soekarno untuk memperlihatkan kekayaan dan karakteristik Indonesia kepada dunia," ujarnya. (Baca juga; Mengenal Menara ATC Tintin Kemayoran, Saksi Sejarah Kejayaan Penerbangan Indonesia )

Tiga karya relief yang dibuat oleh para seniman Indonesia tersebut berhasil menjadi mahakarya, antara lain Sindoesoedarsono Soedjojono, Harijadi Sumodidjojo, dan Surono serta para murid-muridnya yang tergabung dalam Seniman Indonesia Muda.

Relief ini dibangun pada tahun 1957.Dengan menggunakan teknik pahatan dalam, tiga relief yang ada secara langsung diukir pada dinding terminal VIP eks Bandara Kemayoran. (Baca juga; Kawasan Smart City dan Pesona Kemegahan Gerbang Kemayoran )

Relief pertama yang ada di terminal VIP eks bandara Kemayoran berada di lantai 1 dengan tema “Sangkuriang”.Berukuran panjang 13 meter dan tinggi 3 meter, karya ini dibuat langsung oleh Surono, seorang seniman yang juga merupakan pelukis Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama.

Relief kedua adalah relief bertemakan “Manusia Indonesia” yang terletak di lantai 2 ruang tunggu VIP bandara Kemayoran karya Sindoedarsono Sudjojono yang berukuran panjang 10 meter dan tinggi 3 meter.

Relief ketiga adalah relief flora dan fauna. Relief ini merupakan karya Harijadi Sumodidjojo dengan ukuran panjang 10 meter dan tinggi 3 meter, yang terletak di lantai 2 ruang tunggu VIP Bandara Kemayoran. Relief ini memperlihatkan ukiran tentang flora dan fauna yang ada di Indonesia dari berbagai daerah.

"Sebagai bagian dari jejak sejarah penerbangan Indonesia, relief tersebut terus dijaga oleh Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) yang bertanggung jawab dalam mengelola kawasan bekas bandara," ungkapnya
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Rekomendasi
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Berita Terkini
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved