Pemkot Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 26 Mei 2020

Selasa, 12 Mei 2020 - 11:49 WIB
loading...
Pemkot Depok Ajukan...
Wali Kota Depok Mohammad Idris. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengajukan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 mulai 13-26 Mei 2020. Perpanjangan dilakukan karena pada PSBB tahap II akan berakhir pada 12 Mei 2020 malam, masih ditemukan kasus baru virus Corona atau COVID-19 setiap hari.

"Kemarin sore kami sudah layangkan Surat Walikota Depok yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat dengan Nomor 443/233/Huk/GT Tanggal 11 Mei 2020 tentang Pengajuan Permohonan Perpanjangan Penetapan PSBB di Wilayah Kota Depok, untuk 1 kali masa inkubasi (14 hari) mulai tanggal 13 Mei 2020 sampai 26 Mei 2020," kata Mohammad Idris, Selasa (12/5/2020).

Idris yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok menambahkan, tren perkembangan kasus terkonfirmasi positif, OTG, ODP dan PDP pada masa sebelum PSBB, PSBB 1, dan PSBB 2, cenderung mengalami penurunan. Namun masih terjadi penambahan kasus setiap hari disebabkan import case dan transmisi lokal, serta masih tingginya pergerakan orang.

"Maka Wali Kota Depok, FORKOPIMDA, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID19 telah melakukan rapat evaluasi PSBB 2, menyepakati untuk perpanjangan PSBB ," ucapnya. (Baca juga; Warga Depok yang Kerja ke Jakarta saat PSBB Wajib Bawa Surat Izin Perusahaan )

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana menambahkan, perpanjangan dilakukan selama satu periode masa inkubasi atau 14 hari. "Perpanjangan dilakukan selama 14 hari atau satu kali masa inkubasi," katanya.

Catatan pihaknya saat ini jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 360 dan dinyatakan sembuh 65 orang serta meninggal dunia 21 orang. Untuk orang tanpa gejala (OTG) terkonfirmasi 1.401 orang, selesai pemantauan 489 dan masih dalam pemantauan 912. (Baca juga; Pemkot Depok Gelar Rapid Test di Pasar Agung )

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3.496, dengan jumlah selesai pemantauan 1.918 dan masih dalam pemantauan 1.578. Sedangkan untuk jumlah pasien dalam pemantauan(PDP) sebanyak 1.351, dinyatakan selesai pengawasan sebanyak 626 orang dan masih dalam pengawasan 725 orang.

"Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 60 orang, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI," pungkasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inisiasi Gerakan Bakti...
Inisiasi Gerakan Bakti Sosial, Dua Remaja di Depok Gandeng UMKM Bangun Kepedulian
Ajari Ibu-ibu Memasarkan...
Ajari Ibu-ibu Memasarkan Produk Makanan dengan AI di Depok, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja
Peneror Bom ke 10 Sekolah...
Peneror Bom ke 10 Sekolah di Depok Catut Nama Eks Pacar di E-mail
Polisi Tangkap Terduga...
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Ancaman Bom ke 10 Sekolah di Depok
Pemberdayaan Lansia...
Pemberdayaan Lansia di Depok agar Lebih Produktif
Longsor di Depok, Rumah...
Longsor di Depok, Rumah Ini Nyaris Roboh
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Depok Wacanakan Stadion...
Depok Wacanakan Stadion Internasional, Ini Deretan Syarat Ketat dari FIFA dan AFC
33 Sekolah Swasta di...
33 Sekolah Swasta di Depok Gratis Jenjang SMP, Cek Daftar Lengkapnya
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Berita Terkini
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved