Warga Bontoa Maros Akhirnya Nikmati Air Bersih Gratis

Selasa, 10 November 2020 - 16:23 WIB
loading...
Warga Bontoa Maros Akhirnya...
Bupati Kabupaten Maros, Hatta Rahman meninjau sekaligus meresmikan penggunaan penampungan air bersih di Kecamatan Bontoa. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A A A
MAROS - Warga Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat rombongan Bupati Maros , Hatta Rahman tiba di desa itu untuk meninjau, sekaligus meresmikan penampungan air bersih di sejumlah titik.

Bagi warga, penyediaan air bersih yang diwujudkan pemerintah Kabupaten (pemkab) Maros ini, tak ubahnya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Betapa tidak, selama berpuluh-puluh tahun mereka terpaksa harus membeli air bersih saat kemarau karena tidak adanya sumber air di wilayah itu.

“Andaikan bisa, saya sujud di kakinya Bapak Bupati karena kami sangat senang sekali sudah ada sumber air bersih untuk kami di sini. Dari lahir sampai sekarang, belum ada satupun pemerintah yang mewujudkan mimpi kami di sini,” kata seorang warga, Sari Banong, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Tingkat Kesembuhan 94,5 Persen, Maros Kini Berstatus Zona Hijau COVID-19

Selama ini kata dia, warga harus mengeluarkan uang minimal Rp20 ribu rupiah perhari membeli air bersih untuk keperluan masak dan minum. Sementara untuk mandi dan mencuci, mereka terpaksa menggunakan air empang yang rasanya payau dan keruh.

“Saya pak itu paling sedikit Rp20 ribu perhari untuk beli air saja. Sedangkan penghasilan saya ini tidak jelas karena tidak ada suami. Air yang kita beli itu untuk masak dan minum saja, kalau mandi dan mencuci kita pakai air empang dicampur air tawar begitu,” sebutnya.

Sementara itu, Hatta Rahman menjelaskan, penampungan air bersih yang ada saat ini merupakan tahap awal dan uji coba. Ke depannya, pemerintah akan menambah lokasi penampungan air di kecamatan yang memang selalu menjadi langganan krisis air bersih saat musim kemarau .

“Ini baru tahap awal, makanya kita buat baru 8 titik dulu di beberapa desa dan kelurahan. Nantinya kita akan kaji lagi untuk ditambah titiknya di semua lokasi yang memang menjadi langganan krisis air bersih setiap tahun,” katanya.

Lebih lanjut, Hatta Rahman mengaku, program pengadaan air bersih untuk wilayah pesisir ini sudah dilakukan selama dua kali oleh pemerintah kabupaten, namun selalu gagal, sehingga harus dilakukan perencanaan ulang. Mulai dari pengambilan sumber air di Bantimurung melaui PDAM hingga penyaringan di Pacelle.

“Jadi ini program ini sudah beberapa kali kita lakukan upaya untuk pengadaan air bersih di lokasi ini tapi memang selalu gagal. Mudah-mudahan yang ini berhasil dan bisa dinikmati selama-lamanya oleh warga kita di sini,” lanjutnya.

Program pengadaan air bersih oleh pemkab Maros ini, dilakukan dengan cara menyiapkan tandon berkapasitas 3.300 liter, yang air bersihnya diambil dari dua lokasi berbeda, yakni di Balitkanta dan juga Balitjas. Agar bisa teraliri air, pemkab juga harus memasang pipa sepanjang 17 kilometer dari sumur utama ke tandon-tandon itu.

Baca buka: Hujan Es Guyur Wilayah Mandai Maros, Begini Penjelasan BMKG

“Alhamdulillah Balitjas dan Balitkanta melalui kementeriannya sudah menghibahkan tanah yang kita pakai sebagai sumber air itu untuk pemkab Maros . Jadi ini kita pasang 17 kilometer pipa dari dua titik suplai air itu ke tandon ini,” sebutnya.

Selain akan menambah jumlah tandon, ke depannya kata dia, pemkab juga akan merancang proses pendistribusian air bersih itu ke warga. Apakah akan diserahkan ke pemerintah desa atau akan diserahkan ke PDAM untuk dikelola.

“Jadi sisa perencanaan distribusinya dan maintenancenya. Apakah diserahkan ke desa atau PDAM yang akan mengelola. Nah kalau program ini berjalan baik, kita akan lakukan juga di kecamatan lain yang juga mengalami krisis air bersih,” pungkasnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Air Bersih dan Sampah...
Air Bersih dan Sampah Ancam Wisata KLU, Legislator Perindo Desak Pembenahan Tiga Gili
Tirta Bhagasasi Bekasi...
Tirta Bhagasasi Bekasi Perketat Akurasi Tagihan Air Bersih
Perumda Air Minum Bekasi...
Perumda Air Minum Bekasi Siapkan Transformasi Besar di 2026
TMMD ke-128 TNI, Kodim...
TMMD ke-128 TNI, Kodim 1801/Manokwari Bangun Infrastruktur Air Bersih
Air Bersih Mengalir...
Air Bersih Mengalir di Sikka, Program Partai Perindo Alirkan Harapan dan Ekonomi Warga
Sucofindo dan ABPEDNAS...
Sucofindo dan ABPEDNAS Bangun Sumur Air Bersih di 70 Titik
NHM Peduli dan Warga...
NHM Peduli dan Warga Dusun Kobok Bersama Bangun Fasilitas Air Bersih melalui Sistem Swakelola
Mandi Jadi Budaya Indonesia,...
Mandi Jadi Budaya Indonesia, Ini Pentingnya Arus Air Stabil bagi Kesehatan
Rekomendasi
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved