Penanganan ODGJ di Kabupaten Pangandaran Terhambat Karena Pandemi Covid-19

Jum'at, 06 November 2020 - 13:26 WIB
loading...
Penanganan ODGJ di Kabupaten...
Penanganan ODGJ oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.
A A A
PANGANDARAN - Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pangandaran terhambat lantaran kondisi pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa di Dinas Kesehatan Rina Veriany mengatakan, setiap tahun Pemerintah Daerah rutin mengirimkan ODGJ ke RSJ Marjuki Mahdi di Bogor dan RSJ Provinsi Jawa Barat di Cisarua. "Kami dari Pemda Pangandaran melakukan penanganan ODGJ secara gratis dengan syarat pasien tersebut memiliki identitas Kabupaten Pangandaran," kata Rina.

Rina menambahkan, pengiriman ke RSJ Marjuki Mahdi teragendakan setiap tahun dua kali dengan masing-masing setiap pengiriman sebanyak 35 pasien.

Sedangkan ke RSJ Provinsi Jawa Barat teragendakan rutin setiap bulan antar jemput untuk satu orang pasien. "Pada tahun 2020 Pemda Pangandaran baru melakukan pengiriman sebanyak 31 pasien ODGJ ke RSJ Marjuki Mahdi pada 26 Agustus 2020," tambahnya.

Harusnya pada September 2020 mengirimkan lagi sebanyak 35 orang tetapi karena Covid-19 tidak bisa melakukan antar jemput pasien karena pandemi Covid-19. "Untuk penanganan yang dikerjasamakan dengan RSJ Provinsi Jawa Barat sejak kondisi Pandemi Covid-19 bulan Maret 2020 ditunda," terangnya.

Sebagai alternatif penanganan pengobatan ODGJ selama pandemi Covid-19 dilakukan di setiap Puskesmas terdekat tempat tinggal pasien ODGJ.
"Karena pasien tidak bisa dibawa keluar daerah untuk pemeriksaan pasien dilakukan di Puskesmas dan kebutuhan obat dikirim dari Pemprov Jabar," jelasnya.

Penanganan pengobatan ODGJ biasanya selama 21 hari di RSJ dan dikembalikan ke keluarga jiga sudah dalam kondisi baik. "Keluarga wajib memperhatikan jadwal penggunaan obat karena jika lambat memberikan obat dampaknya penyakit pasien akan kambuh," sambung Rina.

Rina menerangkan, latarbelakang ODGJ yang pernah ditangani oleh Pemda Pangandaran karena sulit ekonomi, tekanan keluarga dan korban narkoba.
"Kami mengimbau kepada masyarakat Pangandaran yang memiliki keluarga dengan kelainan jiwa untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar kami tangani," paparnya.

Kata Rina, penanganan ODGJ demgan cara pasung bukan sebuah solusi untuk itu pihak keluarga harus sadar bahwa langkah pertama penanganan yang baik adalah medis.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Keracunan, Dinkes...
Cegah Keracunan, Dinkes Kota Tangsel Uji Kandungan Pangan Takjil Puasa
Adityawarman Hadiri...
Adityawarman Hadiri Peresmian Gedung Pusat Kegawatdaruratan Kota Bogor
BPOM, Dinkes, MUI, Disdik,...
BPOM, Dinkes, MUI, Disdik, dan Sivitas Akademika Tinjau SPPG Polri Lampung Selatan
Binawan dan Poltekkes...
Binawan dan Poltekkes Kemenkes Semarang Resmikan Pusat Karier Internasional
Walkot Tangsel Bersyukur...
Walkot Tangsel Bersyukur Program Layanan Ngider Sehat Diapresiasi Masyarakat
RW 12 Demangan Deklarasi...
RW 12 Demangan Deklarasi Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas
Terima Notifikasi Kasus...
Terima Notifikasi Kasus Campak dari Australia, Kemenkes: Pasien Punya Riwayat Perjalanan di Indonesia
Pemprov DKI Buka Rekrutmen...
Pemprov DKI Buka Rekrutmen Pasukan Putih, Syarat Minimum SMA!
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved