Program Kemitraan, Enklude Siapkan Penyandang Disabilitas Memasuki Dunia Kerja
Senin, 02 November 2020 - 20:42 WIB
loading...
Permasalahan disabilitas merupakan cross cutting issue yang perlu mendapatkan penanganan secara komprehensif dan multisektoral dari berbagai unsur termasuk dunia usaha. Foto: Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Permasalahan disabilitas merupakan cross cutting issue yang perlu mendapatkan penanganan secara komprehensif dan multisektoral dari berbagai unsur termasuk dunia usaha. Hal demikian untuk kemandirian mereka.
"Kemensos sangat mendukung program Enklude dalam hal pemberdayaan PD (Penyandang Disabilitas) dengan peningkatan keterampilan kerja, mendapatkan kerja sehingga mereka dapat mandiri dengan penghasilan sendiri," tutur Kasubdit Rehsos Penyandang Disabilitas Intelektual, Sumiatun dalam rapat yang diselenggarakan oleh Enklude di Holiday Inn Jakarta, Senin (2/11/2020).
Kemensos memilki 19 balai penyandang disabilitas tersebar di berbagai wilayah yang memberikan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) PD dan sentra layanan sosial sebagai wujud negara hadir. ATENSI PD sebagai cara merespon permasalahan penyandang disabilitas mulai dari anak hingga lansia yang dikatakan sebagai penanganan berbasis siklus kehidupan.
Pelaksanaan ATENSI dilakukan dengan pendekatan berbasis keluarga, komunitas dan residential. "Layanan berbasis komunitas yang sudah kita berdayakan bersama masyarakat dan pemerintah daerah seperti Sheltered Workshop sudah ada sebanyak kurang lebih 20 an tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta," kata Sumiatun.
Sheltered Workshop merupakan upaya Kemensos dalam memberikan kesempatan kerja dan perlindungan bagi penyandang disabilitas melalui bimbingan aktivitas sehari-hari, keaktifan sosial, dan keterampilan untuk usaha ekonomi produktif.
"Kemensos sangat mendukung program Enklude dalam hal pemberdayaan PD (Penyandang Disabilitas) dengan peningkatan keterampilan kerja, mendapatkan kerja sehingga mereka dapat mandiri dengan penghasilan sendiri," tutur Kasubdit Rehsos Penyandang Disabilitas Intelektual, Sumiatun dalam rapat yang diselenggarakan oleh Enklude di Holiday Inn Jakarta, Senin (2/11/2020).
Kemensos memilki 19 balai penyandang disabilitas tersebar di berbagai wilayah yang memberikan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) PD dan sentra layanan sosial sebagai wujud negara hadir. ATENSI PD sebagai cara merespon permasalahan penyandang disabilitas mulai dari anak hingga lansia yang dikatakan sebagai penanganan berbasis siklus kehidupan.
Pelaksanaan ATENSI dilakukan dengan pendekatan berbasis keluarga, komunitas dan residential. "Layanan berbasis komunitas yang sudah kita berdayakan bersama masyarakat dan pemerintah daerah seperti Sheltered Workshop sudah ada sebanyak kurang lebih 20 an tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta," kata Sumiatun.
Sheltered Workshop merupakan upaya Kemensos dalam memberikan kesempatan kerja dan perlindungan bagi penyandang disabilitas melalui bimbingan aktivitas sehari-hari, keaktifan sosial, dan keterampilan untuk usaha ekonomi produktif.
Lihat Juga :