PDI Perjuangan Nilai Penghargaan STA DKI Bukan Hasil Kinerja Anies
Minggu, 01 November 2020 - 20:04 WIB
loading...
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menilai, penghargaan dari Sustainable Transport Award (STA) 2021 yang diperoleh Jakarta, bukan kinerja Anies Baswedan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menilai, penghargaan dari Sustainable Transport Award (STA) 2021 yang diperoleh Jakarta sebagai kota terbaik di dunia dalam penyediaan pelayanan transportasi publik, bukan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan . Penghargaan itu didapat atas kerja sejumlah Gubernur sebelum masa kepemimpinan Anies Baswedan.
"Gubernur Anies hanya melanjutkan kinerja Gubernur sebelumnya dalam bidang transportasi," kata Gilbert Simanjuntak kepada wartawan, Minggu (1/11/2020). (Baca juga; Transportasi DKI Terbaik di Dunia, Fahira Idris: Kuncinya Paham Masalah dan Formulasi Solusi Tepat )
Menurut dia selama tiga tahun masa kepemimpinan Gubernur Anies, transportasi Jakarta tidak banyak berkembang. Bahkan, program angkutan umum terintegrasi lewat Jak Lingko juga disebut masih bermasalah. (Baca juga; DKI Ingin Serahkan Pengelolaan LRT ke Swasta, PDIP Curiga Ada Deal Lain )
Gilbert menjelaskan, Transjakarta pertama kali muncul oleh gagasan Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, lalu Light Rail Transit (LRT). Kemudian Mass Rapid Transit (MRT) juga sudah dibikin sejak era Sutiyoso hingga masa kepemimpinan Joko Widodo dan diteruskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
![PDI Perjuangan Nilai Penghargaan STA DKI Bukan Hasil Kinerja Anies]()
Integrasi moda itu, kata Gilbert sudah ada dalam Pola Transportasi Makro yang diatur dalam Perda Transportasi 2014. Dia pun menantang Gubernur Anies untuk mengakui secara terbuka ke publik bahwa semua model transportasi di Jakarta sekarang ini lahir dari idenya.
Dia yakin Anies tak berani melakukan hal ini sebab tahu, penggagas semua jenis angkutan ini bukan lahir dari hasil pemikiran dia. "Jadi itu sebenarnya bukan hasilnya dia. Berani nggak dia mengatakan bahwa itu hasil kerja dia selama tiga tahun maka dia menjadi dapat penghargaan," pungkasnya.
"Gubernur Anies hanya melanjutkan kinerja Gubernur sebelumnya dalam bidang transportasi," kata Gilbert Simanjuntak kepada wartawan, Minggu (1/11/2020). (Baca juga; Transportasi DKI Terbaik di Dunia, Fahira Idris: Kuncinya Paham Masalah dan Formulasi Solusi Tepat )
Menurut dia selama tiga tahun masa kepemimpinan Gubernur Anies, transportasi Jakarta tidak banyak berkembang. Bahkan, program angkutan umum terintegrasi lewat Jak Lingko juga disebut masih bermasalah. (Baca juga; DKI Ingin Serahkan Pengelolaan LRT ke Swasta, PDIP Curiga Ada Deal Lain )
Gilbert menjelaskan, Transjakarta pertama kali muncul oleh gagasan Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, lalu Light Rail Transit (LRT). Kemudian Mass Rapid Transit (MRT) juga sudah dibikin sejak era Sutiyoso hingga masa kepemimpinan Joko Widodo dan diteruskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Integrasi moda itu, kata Gilbert sudah ada dalam Pola Transportasi Makro yang diatur dalam Perda Transportasi 2014. Dia pun menantang Gubernur Anies untuk mengakui secara terbuka ke publik bahwa semua model transportasi di Jakarta sekarang ini lahir dari idenya.
Dia yakin Anies tak berani melakukan hal ini sebab tahu, penggagas semua jenis angkutan ini bukan lahir dari hasil pemikiran dia. "Jadi itu sebenarnya bukan hasilnya dia. Berani nggak dia mengatakan bahwa itu hasil kerja dia selama tiga tahun maka dia menjadi dapat penghargaan," pungkasnya.
Lihat Juga :