Langgar Prokes Covid-19, Bawaslu Tegur Kandidat di Enam Daerah

Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:00 WIB
loading...
Langgar Prokes Covid-19,...
Massa memadati lapangan di Kabupaten Luwu Timur saat proses pendaftaran kandidat di Kantor KPU setempat, September lalu. Foto: DOK/SINDONews
A A A
MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Sulsel kembali menegur sejumlah kandidat pasangan calon karena masih melanggar protokol kesehatan saat menggelar sosialisasi dan kampanye di tengah masyarakat.

Hingga Senin (26/10), sudah ada sejumlah paslon di enam kabupaten/kota yang ditemukan melanggar. Seperti di Kota Makassar, Maros, Pangkep, Luwu Timur, Barru dan Bulukumba.

Teguran yang dilayangkan bawaslu pun beragam, seperti dalam bentuk pembubaran kampanye, teguran lisan dan teguran tertulis. Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13/2020, Paslon memang diperbolehkan menggelar kampanye tatap muka alias rapat terbatas. Namun jumlahnya hanya dibatasi maksimal 50 orang. (Baca Juga: KPU Persilakan Bawaslu Tindak Pelanggaran Protokol Covid-19 di Pilkada)

Data Bawaslu Sulsel ditemukan 16 kali dugaan pelanggaran prokes Covid-19 selama masa kampanye di Pilkada serentak 2020. Ini diluar sanksi teguran lisan. Di antaranya dua kampanye dibubarkan, dan 13 kampanye diberi peringatan tertulis. Adapun teguran lisan juga terjadi di Maros satu kali, dan di Pangkep tiga kali. Sedang teguran lisan paling banyak terjadi di Bulukumba. Di sana, ditemukan sebanyak 20 kampanye yang harus diberi teguran lisan oleh Bawaslu setempat.

Dua kampanye yang dibubarkan tersebut berasal dari Maros. Lalu enam teguran tertulis di keluarkan di Makassar, empat di Pangkep, lalu Luwu Timur, Barru dan Kepulauan Selayar, masing-masing satu teguran tertulis.

“Memang sesuai prediksi kami bahwa tren pelaksanaan kegiatan kampanye itu mulai ramai di pertengahan sampai hari pencoblosan. Dan semakin ke sini, semakin ramai,” ucap Koodinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf. (Baca Juga: Paslon Ibas-Rio Dilaporkan ke Bawaslu Karena Kampanye di Tempat Ibadah)

Dia bahkan kembali memprediksi, menjelang pencoblosan, kampanye tatap muka dengan massa yang banyak akan ramai dilakukan oleh paslon. Ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa paslon yang bersangkutan memiliki kekuatan besar.

“Jadi semakin mendekati pencoblosan, paslon cenderung mau melaksanakan kampanye-kampanye yang mencoba menghadirkan orang secara fisik untuk memperlihatkan dukungannya," kata Azry.

Mantan Ketua Bawaslu Bulukumba ini menganggap, paslon cenderung ingin total dalam menggelar kampanye tatap muka. Mengumpulkan banyak massa, dan mendapatkan dukungan. Sekali pun harus melanggar prokes Covid-19 yang telah ditetapkan. Olehnya itu, Azry mengimbau kepada seluruh paslon dan timnya agar tetap menjaga prokes Covid-19. Ini untuk menjaga klaster Pilkada serentak 2020 tak terjadi.

“Saya kira memang harus disadari oleh semua pihak, dan tentunya akan jadi atensi bagi kami untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu. Khususnya di pertengahan sampai akhir," ujarnya.

Bagi Bawaslu kabupaten/kota yang bertugas mengawasi kampanye tatap muka paslon, Azry berpesan agar mereka senantiasa berkoordinasi dengan Tim Pokja yang dibentuk. Mulai dari KPU, Kepolisian, Dandim, Kajari dan Gugus Tugas. (Baca Juga: KPU dan Bawaslu Diminta Memperberat Sanksi bagi Pelanggar Prokes di Pilkada)

Komisioner Bawaslu Makassar, Zulfikarnain menuturkan, pihaknya sudah mengeluarkan enam teguran tertulis selama masa kampanye. Rinciannya, empat kali di Ujung Pandang, dan dua kali di Biringkanaya.

“Kita belum sampai ke pembubaran, baru sampai ke teguran tertulis. Rata-rata kasusnya karena melebihi 50 orang yang hadir,” sebut Zul melalui sambungan telepon. Soal nama paslonnya, Zul tak mau membeberkan. "Kita tidak bisa sebutkan paslonnya. Itu sudah kesepakatan internal kami. Jangan sampai, kami dibilang memihak salah satu paslon," ungkapnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NasDem Siap Kawal Pemenangan...
NasDem Siap Kawal Pemenangan PSU Pilkada Siak
Kreatif, TPS di Bogor...
Kreatif, TPS di Bogor Gelar Pesta Halloween untuk Tarik Minat Pemilih
Ahmad Luthfi Unggul...
Ahmad Luthfi Unggul di TPS Tempatnya Nyoblos, Raup 234 Suara
Bobby-Surya Kalah Telak...
Bobby-Surya Kalah Telak di TPS Edy Rahmayadi, Hanya Raih 65 Suara
Bikin Emak-Emak Senang,...
Bikin Emak-Emak Senang, TPS di Yogya Bebaskan Pencoblos Bawa Pulang Sayuran
TPS di Surabaya Ini...
TPS di Surabaya Ini Tarik Minat Warga untuk Nyoblos dengan Nuansa Khas Pecinan
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemilu Tak Lagi Serentak
KPU Apresiasi Putusan...
KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
Rekomendasi
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Berita Terkini
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved