Sebelum Dibunuh, WN Ghana Itu Sempat Main PS Sambil Tenggak Miras dengan Pelaku

Senin, 26 Oktober 2020 - 12:45 WIB
loading...
Sebelum Dibunuh, WN...
Polrestro Jakarta Barat menyatakan sebelum dibunuh WN Ghana, Festus diketahui sempat terlihat bermain PS dan menenggak miras bersama pelaku.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
JAKARTA - Polrestro Jakarta Barat menyatakan sebelum dibunuh WN Ghana, Festus (24) diketahui sempat terlihat bermain PlayStation (PS) dan menenggak minuman keras bersama pelaku. Itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, telah memeriksa tiga saksi yang diduga kuat mengetahui peristiwa itu. Dari keterangan ketiganya, tersimpulkan sebelum Festus terbunuh, korban dan pelaku sempat bermain PS dan menenggak miras jenis Vodka.

“Jadi korbannya datang ke apartemen, mereka sempat main PS dan minum miras,” kata Arsya dikonfirmasi, Senin (26/10/2020). (Baca: WN Ghana Tewas Penuh Luka Tusuk di Apartemen Kebon Jeruk)

Arsya menuturkan, saat itulah terjadi cekcok mulut antara pelaku dengan korban."Saksi tidak mengetahui apa yang menjadi persoalan cekcok mulut tersebut karena mereka menggunakan bahasa Afrika," ujarnya.

Tak ambil pusing, saksi kemudian masuk ke toilet. Suara seperti benda terdengar cukup keras hingga membuat saksi penasaran dan keluar toilet.“Di sini saksi melihat ada yang memegang pisau,” kata Arsya.

Karena panik, terduga pelaku dan rekannya lantas melarikan diri dengan keluar unit apartement dan meninggalkan Festus yang telah bersimbah darah. “Saksi kemudian melaporkan kejadian ini ke satpam sebelum akhirnya dilaporkan ke kami,” ucap Arsya.

Sebelumnya, WN Ghana, Festus ditemukan tewas bersimbah darah di salah satu apartemen di Jakarta Barat.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Rekomendasi
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Berita Terkini
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved