Keluarga Mahasiswa UGM dan UII Sesali Aksi Anarkisme saat Aksi Damai

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 14:30 WIB
loading...
Keluarga Mahasiswa UGM...
Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyayangkan adanya anarkisme saat aksi damai tolak UU Omnibus Law di DPRD DIY, Kamis (8/10/2020). (Foto/SINDOnews/Dok)
A A A
YOGYAKARTA - Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyayangkan adanya anarkisme saat aksi damai tolak UU Omnibus Law di DPRD DIY, Kamis (8/10/2020).

Hal tersebut bukan anya menyebabkan beberapa fasitas publik dan pribadi rusak serta beberapa orang terluka, namun juga sudah melenceng dari tujuan penyampaian aspirasi termasuk mencoreng citra Yogyakarta.

Mereka pun meminta petugas mengusut tuntas siapa oknum yang tidak bertanggungjawab dibalik aksi anarkisme. (BACA JUGA: Direktur Televisi Swasta Tewas Setelah Alami Kecelakaan Tunggal)

Ketua BEM KM UGM Sulthan Farras mengatakan sangat menyayangkan adanya tindak anarkisme saat aksi damai menolak UU Omnibus Law dari para mahasiswa maupun aliansi. Sebab tindakan tersebut, sudah mencinderai tujuan aksi dan penyampaian aspirasi kepada wakil rakyat (dewan) tidak tersampaikan, justru sebaliknya yang ke permukaaan, adanya kerusuhan yang menyebabkan rusaknya fasilitas umum dan pribadi.

“Karena itu kami meminta aparat mengusut tuntas dan memproses sesuai hukum yang berlaku oknum yang melakukan tindakan anarkisme itu,” tandas mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UGM angkatan 2016 itu.

Sulthan sendiri menjamin mahasiswa UGM tidak ada yang terlibat dalam aksi anarkisme tersebut. Sebab saat aksi damai berlangsung, dirinya selalu mobil memonotor pergerakan mahasiswa UGM yang ikut dalam aksi tersebut. “Untuk mahasiswa UGM, tidak ada yang terlibat,” paparnya. (BACA JUGA: Pangdam Jaya Duga Kelompok Anarko di Balik Kericuhan di Jakarta)

Mengenai adanya mahasiswa yang diamankan kepolisian. Menurut Sulthan memang ada tiga mahasiswa UGM yang diamankan di Polresta Yogyakarta.

Namun tidak terlibat aksi anarkisme, mereka diamankan saat akan mengambil kendaraan oleh warga diduga akan berbuat perusakan, sehingga ditangkap warga dan diserahkan ke petugas Polresta Yogyakarta.

“Kami masih mencoba mengambil mereka, namun hingga sekarang belum bisa bertemu,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Dewan Permusyawatan Maasiswa (DPM) UII Febrian Ramadhani. Ia mengatakan pihaknya mengatakan sangat menyayangkan aksi damai menolak UU Omnibus Law dicoreng dengan tindakan anarkisme.

Selain menciderai aksi damai, tindakan itu juga tidak sesuai dengan budaya intelektual mahasiswa dan tentunya budaya Yogyakarta itu sendiri.

“Ini bukan budaya intelektual mahasiswa dan budaya Yogya. Karena itu, polisi arus mengusut tuntas dan memproses oknum yang tidak bertanggungjawab. Sehingga tidak terjadi lagi tindakan yang sama,” tandas Dhani panggilan Febrian Ramadhani. (BACA JUGA: Aggota DPR Positif Covid-19, Tamu Masuk ke Gedung Dewan Dibatasi)

Dhani juga menegaskan mahasiswa UII tidak terlibat dalam aksi tersebut. Sebab saat terjadi kios 300 mahasiswa UII yang ikut aksi langsung meninggakan lokasi menuju ke kantor LBH UII di Kotabaru, Yogyakarta. Selain itu seluruh mahasiswa juga mengenakan jas almamater.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasa Hukum Christiano...
Kuasa Hukum Christiano di PN Sleman: Unsur Kelalaian Tak Terpenuhi
Kasus Mahasiswa UGM...
Kasus Mahasiswa UGM Tewas Ditabrak, Replik Jaksa Dinilai Abaikan Fakta Kunci
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi di Ragunan, Gelorakan Semangat Sumpah Pemuda
Setahun Pemerintahan...
Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, DEMA PTKIN Gelar Aksi Nasional
Massa Demo Aksi 1 Tahun...
Massa Demo Aksi 1 Tahun Prabowo-Gibran Bubar, Jalan Kembali Dibuka
Aksi Teatrikal BEM SI...
Aksi Teatrikal BEM SI di Depan DPR, Tabur Bunga dan Nyalakan Lilin
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Cerita Nadya Jadi Lulusan...
Cerita Nadya Jadi Lulusan Tercepat UGM Berkat Teliti Tren Live Commerce
Kisah Salsabila, Anak...
Kisah Salsabila, Anak Penjual Kelontong yang Lolos FEB UGM Jalur SNBP 2026
Rekomendasi
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Berita Terkini
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved