Dampak Covid-19, Pembangunan Infrastruktur Bekasi Terancam Tertunda
Rabu, 06 Mei 2020 - 12:44 WIB
loading...
Kegiatan fisik untuk kebutuhan infrastruktur di Kabupaten Bekasi dipastikan akan mengalami kendala dampak pandemi Covid-19.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
BEKASI - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi menyatakan, kegiatan fisik untuk kebutuhan infrastruktur di Kabupaten Bekasi dipastikan akan mengalami kendala berupa penundaan maupun tersendat dalam proses lelang. Padahal, kegiatan itu telah dianggarkan di APBD Kabupaten Bekasi 2020.
Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Slamet Supriyadi mengatakan, kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sangat berdampak pada kegiatan fisik yang sudah direncanakan sejak tahun lalu."Yang terdampak pastinya pembangunan infrastruktur," kata Slamet kepada wartawan Rabu (6/5/2020).
Menurut dia, pembangunan infrastruktur yang besar sangat membutuhkan waktu maksimal sekitar sembilan bulan agar pembangunanya berjalan maksimal. Namun, hingga sekarang baru mau proses lelang."Mau kapan selesainya, makanya sangat berdampak pada infrastruktur," ujarnya.
Meski demikian, sudah ada beberapa kegiatan fisik yang proses dan tahapannya sudah berjalan. Jika situasi memungkinkan, kegiatan fisik yang masih diinvetarisir tersebut siap dilelang lalu dimulai kegiatan pembangunannya."Semua tergantung perangkat daerah, mereka yang mengetahui spare waktunya," ungkapnya.
Selamet menjelaskan, kendala ini sudah dipastikan akan memengaruhi serapan anggaran nantinya. Namun, dalam kondisi seperti sekarang ini, serapan anggaran tidak menjadi permasalahan karena keselamatan masyarakat Kabupaten Bekasi yang harus lebih diutamakan.
Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Slamet Supriyadi mengatakan, kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sangat berdampak pada kegiatan fisik yang sudah direncanakan sejak tahun lalu."Yang terdampak pastinya pembangunan infrastruktur," kata Slamet kepada wartawan Rabu (6/5/2020).
Menurut dia, pembangunan infrastruktur yang besar sangat membutuhkan waktu maksimal sekitar sembilan bulan agar pembangunanya berjalan maksimal. Namun, hingga sekarang baru mau proses lelang."Mau kapan selesainya, makanya sangat berdampak pada infrastruktur," ujarnya.
Meski demikian, sudah ada beberapa kegiatan fisik yang proses dan tahapannya sudah berjalan. Jika situasi memungkinkan, kegiatan fisik yang masih diinvetarisir tersebut siap dilelang lalu dimulai kegiatan pembangunannya."Semua tergantung perangkat daerah, mereka yang mengetahui spare waktunya," ungkapnya.
Selamet menjelaskan, kendala ini sudah dipastikan akan memengaruhi serapan anggaran nantinya. Namun, dalam kondisi seperti sekarang ini, serapan anggaran tidak menjadi permasalahan karena keselamatan masyarakat Kabupaten Bekasi yang harus lebih diutamakan.
Lihat Juga :