Jabatan Wali Kota Hasil Pilkada 2020 hanya 3,5 Tahun, Akhyar Gak Pede Tawarkan Perubahan Besar

Senin, 05 Oktober 2020 - 20:04 WIB
loading...
Jabatan Wali Kota Hasil...
Pilkada Serentak 2020. (Foto/Ilustrasi)
A A A
MEDAN - Skema masa jabatan Wali Kota/Wakil Wali Kota hasil Pilkada 2020 yang diperkirakan hanya 3,5 tahun, ditengarai membuat Akhyar Nasution tak berani menawarkan perubahan besar.

Sebaliknya, Muhammad Bobby Afif Nasution berkeyakinan mampu menghadirkan pembangunan sesuai harapan warga Kota Medan.

Memang diketahui, UU No 10/ 2016, tepatnya Pasal 201 Point 7, menegaskan jabatan kepala daerah hasil Pilkada 2020 hanya sampai 2024. Sebab, setelah itu akan dilaksanakan pilkada serentak di seluruh Indonesia. Saat ini, secara teknis skema masa jabatan kepala daerah tengah dirampungkan DPR RI.

Akhyar mengungkap problematika skema masa jabatan di hadapan Komunitas Kristen Protestan dan Katolik dalam aktivitas kampanye di Hotel Pardede, Jalan Ir. H. Juanda, Medan, akhir pecan kemarin (Sabtu, 3/10/2020). Sebagaimana dirilis sejumlah media, calon petahana ini mengatakan masa jabatan kepala daerah terpilih yang hanya 3,5 tahun itu relatif singkat. (BACA JUGA: Satgasmar Ambalat XXVI Patroli Perbatasan Indonesia-Malaysia)

“Karena relatif singkat. Saya tidak mau berjanji muluk dalam membangun Medan ke depan. Jika ada kandidat lain yang berjanji bisa menyelesaikan permasalahan Kota Medan dalam waktu 3,5 tahun, jelas itu sangat tidak realistis,” ujarnya, sembari memaparkan dirinya telah menyusun konsep mengatasi masalah transportasi, banjir, pembangunan infrastruktur, reformasi birokasi, pelayan publik serta penguatan ekonomi.

Di lain pihak, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Bobby Nasution-H. Aulia Rachman,T. Milwanmengatakan, Kota Medan saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas mengkolaborasi kekuatan skala nasional. Jika tidak, mustahil rasanya masalah-masalah akut yang dirasakan warga selama belasan tahun dapat dituntaskan dalam tempo satu periode masa jabatan kepala daerah.

“Saya sudah mendalami sosok Bobby Nasution, termasuk komitmen-komitmennya. Saya berkesimpulan hanya anak muda ini yang mampu mengatasi masalah Kota Medan dalam waktu cepat,” ujar tokoh yang pernah dua periode menjabat bupati di Labuhanbatu ini, Senin (5/10/2020).

Terpisah, Sekretaris Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Alween Ong memandang pernyatan Akhyar sebagai sesuatu yang kontradiktif. Betapa tidak, dia mengatakan masa jabatan wali kota periode mendatang relatif singkat, sehingga tak mau berjanji muluk dalam pembangunan. Namun, pemenang Pilkada Medan 2015 itu justru mengaku sudah punya konsep mengatasi masalah transportasi dan banjir.

“Seingat saya, mengatasi banjir dan masalah transportasi itu merupakan janji kampanye Akhyar lima tahun lalu, yang membuatnya memenangi Pilkada 2015 bersama Dzulmi Eldin. Kenyataannya sekarang bagaimana? Itu lima tahun lho,” tukas Alween. (BACA JUGA: Disuruh Menindak Soal Pesta Kolam, Bawaslu Tertawakan Demokrat)

Soal Bobby-Aulia, Alween mengatakan apa yang disampaikan jagoannya itu merupakan hasil diskusi dengan sejumlah pakar dari berbagai latar, baik profesional maupun akademisi. Semua didasari hitung-hitungan detail melalui 16 tahapan focus group discussion (FGD).

Karena itu, pihaknya berkeyakinan penuh pasangan Bobby-Aulia dapat mewujudkan janji kampanye, meski masa jabatan mereka nanti hanya 3,5 tahun. Kata kuncinya, Bobby-Aulia mampu mengkolaborasi semua kekuatan.

“Bobby-Aulia akan mampu mengajak berbagai pihak, terutama perusahaan-perusahaan multi-nasional penyalur dana CSR (corporate social responsibility), untuk ambil bagian dalam pembangunan fisik maupun sumber daya manusia di Medan,” tukas Alween.

Jika memang Akhyar mampu berkomunikasi baik dengan pemerintah provinsi dan pusat, menurut Alween, persoalan transportasi dan banjir di Medan tentu sudah teratasi. Pembangunan bus rapid transit (BRT) system atau lebih dikenal dengan istilah busway, yang telah dicanangkan pemerintah pusat untuk Kota Medan misalnya, semestinya sudah berjalan saat ini.

“Begitu juga soal Islamic Center, yang sudah dijanjikan Akhyar lima tahun lalu. Karena hanya mengandalkan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) Medan, ya sampai sekarang belum juga terealisasi,” pungkas Alween. (BACA JUGA: 5 Angkatan Udara Paling Canggis di Dunia, Negara Mana Saja?)

Sementara itu, pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU), Indra Fauzan, PhD menyimpulkan Akhyar mengutarakan problematika masa jabatan sebagai bentuk ketidakpercayaan diri. Namun, komunikasinya dia balik untuk memojokkan tandingannya di pilkada kali ini.

“Masa jabatan yang relatif singkat itu membuatnya tak percaya diri (PeDe) mampu menghadirkan perubahan besar di Medan. Masyarakat yang menyimak pernyataan itu saya rasa sudah cukup cerdas untuk mengetahui latar belakangnya,” tandasnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Kongres XXXIII, Badko...
Kongres XXXIII, Badko HMI Sumut Kantongi Dukungan Gubernur Bobby Nasuton
Bobby Nasution Sambut...
Bobby Nasution Sambut Pangdam I/BB, Pastikan Sumut Gerak Cepat Tanggulangi Bencana
Listrik Tapteng Ditargetkan...
Listrik Tapteng Ditargetkan Normal Jumat, Gubernur Bobby Nasution Gelar Rapat Darurat dengan Menteri ESDM
Gubsu Bobby Nasution...
Gubsu Bobby Nasution Upayakan Pembukaan Akses Tukka yang Terisolasi Akibat Longsor di Tapteng
Gubernur Bobby Nasution...
Gubernur Bobby Nasution Terbang Gunakan Hercules Bawa Bantuan ke Tapteng–Sibolga yang Masih Terisolir
Penyidik KPK Temukan...
Penyidik KPK Temukan 2 Senpi di Rumah Anak Buah Bobby
Ini Isi Kesepakatan...
Ini Isi Kesepakatan Aceh dan Sumut Terkait Kepemilikan 4 Pulau
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Bobby Nasution saat Polemik 4 Pulau Aceh: Jangan Semua Mengikuti Mertua Anda
Rekomendasi
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Infografis
Hasil Quick Count Benyamin-Pilar...
Hasil Quick Count Benyamin-Pilar Jawara Pilkada Tangsel 2020
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved