Kanwilkumham DKI Bantah 11 Napi yang Dipindah ke Lapas Garut Positif Covid-19

Kamis, 01 Oktober 2020 - 04:22 WIB
loading...
Kanwilkumham DKI Bantah...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumham) DKI Jakarta membantah jika 11 narapidana yang dipindahkan ke Lapas Garut positif Covid-19. Sebelum dipindahkan 11 napi itu sudah menjalani rapid test, hanya saja hasilnya reaktif.

"Tidak ada yang positif Covid-19, rapid test mereka hanya reaktif dan saat swab test hasilnya negatif," kata Edi di Jakarta Timur, Rabu (30/9/2020). (Baca juga: Soal Uang Pelicin Pembebasan Napi, Ini Kata Kalapas Cipinang)

Dia menuturkan, 11 narapidana yang dipindahkan ke Lapas Garut tidak terjangkit Corona, sehingga tidak berdampak buruk pada kondisi narapidana yang berada di dalam Lapas Garut. "Sampai saat ini aman, mereka dinyatakan sehat," ujarnya.

Edi menuturkan, sebanyak 150 narapidana yang menjalani program pemindahan itu kebanyakan narapidana kasus narkoba dan dipindahkan ke wilayah Jawa Barat karena kapasitas Lapas Cipinang sudah melebihi batas.

"Sebanyak 150 orang itu narapidana kasus narkoba yang dipindahkan ke Lapas di wilayah Jawa Barat. Sebagian dikirim ke Lapas Gunung Sindur, Lapas Kelas 1 Cirebon, Banjar dan Garut," tuturnya. (Baca juga: Dikenal Rajin Ibadah, Pelaku Vandalisme di Musala Sempat Ingin Bunuh Ibu Kandung)

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 11 narapidana di Lapas Garut, Jawa Barat, dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes swab. Narapidana yang poitif Covid-19, semuanya berasal dari Lapas Cipinang.

"Dari hasil rapid test, 9 orang dikembalikan. Kalapas tidak mau ambil risiko, minta ada swab tes pada napi dari Jakarta. Hasilnya 11 positif," kata Bupati Garut Rudy Gunawan, Selasa (29/9/2020).

Berdasarkan hasil tersebut, kalapas Garut terpaksa menyiapkan ruang isolasi bagi napi yang positif Covid-19. Akibatnya, Dinas Kesehatan Garut saat ini langsung melakukan upaya tracing di Lapas Garut.

"Ada satu tempat isolasi di bawah pengawasan Dinkes, namun pihaknya tak bisa memberikan fasilitas ruang isolasi bagi napi yang terjangkit," ucapnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Napi Siegfried Mets...
Napi Siegfried Mets dan Ali Tokman Dipulangkan ke Belanda
Filipina Beri Lampu...
Filipina Beri Lampu Hijau Pemulangan WNI Napi Terorisme, Yusril Minta Pendapat BNPT
Viral, 1 Napi Nepal...
Viral, 1 Napi Nepal Ketuk Pintu dan Masuk Penjara Lagi setelah Ikut Kabur Massal
Rekomendasi
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved