Warga Papua Demo Desak Presiden Percepat Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya

Kamis, 24 September 2020 - 05:01 WIB
loading...
Warga Papua Demo Desak...
Ratusan warga Sorong, Papua Barat, melakukan aksi demo damai di halaman Kantor Wali Kota Sorong, Rabu (23/9/2020). (Foto/Inews TV/Chanry)
A A A
SORONG - Ratusan warga Sorong, Papua Barat , melakukan aksi demo damai di halaman Kantor Wali Kota Sorong , Rabu (23/9/2020).

Dalam aksi itu, massa yang terdiri dari kelompok Presidium pemekaran calon daerah otonom baru (DOB) Papua Barat Daya (PBD), para kepala suku, kaum perempuan dan 5 kelompok Cipayung, mendesak agar Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian segera mempercepat pemekaran satu provinsi lagi di bagian kepala burung, yaitu calon DOB PBD.

Ketua Presidium Pemekaran calon DOB PBD Yosafat Kambu mengatakan, perjuangan pemekaran calon Provinsi Papua Barat Daya sudah berlangsung selama 13 tahun, namun sampai saat ini perjuangan itu belum juga membuahkan hasil. (BACA JUGA: Bertahap, Arab Saudi Kembali Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober)

"Ada apa sebenarnya, kenapa sampai 13 tahun calon provinsi papua barat daya belum juga dimekarkan. Maksud kehadiran kami dari tim presidium dengan seluruh kepala suku se-Sorong Raya di kantor wali kota sorong ini, untuk menyampaikan sikap dan suara kami. Kami menginginkan agar calon provinsi Papua barat daya, bisa segera dimekarkan oleh Presiden Jokowi," ungkap Yosafat Kambu.

Menurut Yosafat, perjuangan pemekaran calon DOB PBD sudah tiga kali mendapatkan amanat presiden (Ampres). Namun hingga ini, pemerintah pusat tidak kunjung memekarkan PBD sebagai provinsi baru di bagian kepala burung.

"Kita sudah tiga kali mendapatkan Ampres, tapi sampai sekarang kenapa Papua barat daya belum juga dimekarkan. Alasan apa kenapa sampai di wilayah Papua Barat belum juga dimekarkan," ujarnya.

Selain itu, Anggota Presidium pemekaran PBD Sadrak Sawiyai memberikan perumpamaan bahwa, masyarakat Papua Barat tidak ingin membangun rumah tapi mereka hanya ingin membangun kamar di dalam rumah itu.

"Tiga Amanat Presiden (Ampres) kami lalui, jangan sampai terjadi pembohongan publik pada kami orang Papua. Presiden Jokowi dengar ini, Presiden SBY, Presiden Megawati kamu dua yang kasih keluar Ampres untuk kami Papua barat daya. Kalian harus bertanggung jawab dengan janji dan Ampres itu. Kami juga bagian dari Negara Republik Indonesia, jangan sampai kami di Papua Barat dianaktirikan. Kami juga sama dengan Papua," tegasnya. (BACA JUGA: De Bruyne, Lewandowski dan Neuer Berebut Penghargaan UEFA)

Kalau dilihat dari administrasi dan kelengkapan persyaratan, calon DOB PBD sudah sangat memenuhi syarat, lengkap dan tidak ada yang kurang. Namun kenapa Papua Barat Daya, tidak juga dimekarkan.

Wali Kota Sorong Lambert Jitmau menyatakan, menerima semua yang menjadi aspirasi masyarakat.

"Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik kepada kita, kita semua berdoa saja karena semua akan indah pada waktunya. Presiden Jokowi adalah orangtua kita semua, sebagai orangtua pasti dia juga punya kasih sayang untuk anak di negeri ini," imbuhnya.

Presiden Jokowi, sambung Lambert, merupakan sosok orangtua yang arif dan bijak. Jadi kalau bisa dalam pemekaran nanti, Papua Barat juga harus dimekarkan satu provinsi.

"Aspirasi sudah saya terima, besok saya akan laporkan ke Gubernur Papua Barat. Setelah itu, baru kemudian saya ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ini. Berdoalah kepada Tuhan, agar Tuhan buat keadilan kepada pemimpin kita di pusat dalam membuat kebijakan. Saya juga ditunjuk oleh Gubernur Papua Barat sebagai Ketua Tim Percepatan Pemekaran Papua Barat Daya, saya akan gunakan dua kewenangan itu untuk memperjuangkan hal ini," pungkasnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Pengacara Ungkap Roy...
Pengacara Ungkap Roy Suryo-Tifa Merasa Diperlakukan Seperti Bukan Anak Bangsa saat Ditangkap Polisi
Jepang Tahan Swedia...
Jepang Tahan Swedia 1-1, Samurai Biru Lolos ke 32 Besar dan Siap Tantang Brasil
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Infografis
Waswas Perang Besar,...
Waswas Perang Besar, Barat Desak Iran Tak Gempur Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved