Pj Wali Kota Dorong Produk UMKM Makassar Dijual di Swalayan
Rabu, 23 September 2020 - 14:22 WIB
loading...
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. Foto: Humas Pemkot Makassar
A
A
A
MAKASSAR - Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyiapkan langkah-langkah untuk mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lebih maju.
Salah satunya, meminta Dinas Koperasi UKM Kota Makassar menyiapkan produk-produk UMKM untuk dijual ke swalayan dan hotel-hotel. Hal itu ia katakan saat menemui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel di rujab Wali Kota Makassar, Rabu (23/9/2020).
Baca juga: Dinas PU Apresiasi Langkah USAID Fasilitasi Diskusi UPT PAL Makassar
"Kemarin saya sudah minta Dinas Koperasi untuk memilih produk-produk UMKM yang sudah siap masuk ke toko-toko. Nanti kita buatkan surat edaran untuk seluruh produk kita yang sudah unggul ke semua supermarket misalnya Alfamart atau hotel untuk disediakan tempat," kata Rudy.
Rudy menjelaskan, produk UMKM pilihan tersebut harus memenuhi standar pasar. Di antaranya kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Pertama kualitas produk tersebut harus terjaga dengan baik saat perdana dimunculkan hingga berkelanjutan. Kedua kuantitas harus memenuhi jumlah tertentu yang layak diterima pasar. Ketiga kontinuitas yang menjaga stok produk harus tetap ada.
Salah satunya, meminta Dinas Koperasi UKM Kota Makassar menyiapkan produk-produk UMKM untuk dijual ke swalayan dan hotel-hotel. Hal itu ia katakan saat menemui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel di rujab Wali Kota Makassar, Rabu (23/9/2020).
Baca juga: Dinas PU Apresiasi Langkah USAID Fasilitasi Diskusi UPT PAL Makassar
"Kemarin saya sudah minta Dinas Koperasi untuk memilih produk-produk UMKM yang sudah siap masuk ke toko-toko. Nanti kita buatkan surat edaran untuk seluruh produk kita yang sudah unggul ke semua supermarket misalnya Alfamart atau hotel untuk disediakan tempat," kata Rudy.
Rudy menjelaskan, produk UMKM pilihan tersebut harus memenuhi standar pasar. Di antaranya kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Pertama kualitas produk tersebut harus terjaga dengan baik saat perdana dimunculkan hingga berkelanjutan. Kedua kuantitas harus memenuhi jumlah tertentu yang layak diterima pasar. Ketiga kontinuitas yang menjaga stok produk harus tetap ada.
Lihat Juga :