DBH Dipotong Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta Hanya Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini
Minggu, 26 Juli 2026 - 10:02 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan penjelasan tentang revitalisasi sekolah di Jakarta. Foto/Yuwantoro Winduajie
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya akan merevitalisasi 11 dari total 22 sekolah yang sebelumnya direncanakan diperbaiki pada 2026. Pengurangan jumlah sekolah yang direvitalisasi itu terjadi setelah adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, semula anggaran telah disiapkan untuk merevitalisasi maupun merenovasi sebanyak 22 sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA pada tahun ini. Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah tersebut dipangkas menjadi tujuh sekolah.
"Sebenarnya untuk 2026 ini dianggarkan 22 SD, SMP, SMA yang akan direvitalisasi atau renovasi oleh pemerintah daerah. Tetapi karena kemudian ada pemotongan DBH, Dana Bagi Hasil, dari 22 itu menjadi 7 yang dijalankan," kata Pramono di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Pramono Anung Bakal Turun Langsung Pantau Pemutihan Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah
Pramono menjelaskan, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang bangunannya sempat roboh sebelumnya berada di urutan kedelapan dalam daftar prioritas revitalisasi. Setelah menerima laporan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata), Pemprov DKI memutuskan menambah empat sekolah lagi untuk direvitalisasi tahun ini.
"Nah, SD Negeri 9 di Kebayoran Lama itu nomor 8. Jadi nomor 8, kemudian kemarin setelah dilaporkan oleh dinas terkait, Dinas Pendidikan dan juga Citata, maka saya memutuskan untuk ditambah 4 yang akan diselesaikan di tahun ini. Jadi ada 7 tambah 4 jadi ada 11," ujarnya.
Menurut Pramono, 11 sekolah yang belum masuk dalam program revitalisasi tahun ini akan diselesaikan pada tahun anggaran berikutnya. "Yang 11 akan kita selesaikan di tahun anggaran berikutnya."
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, semula anggaran telah disiapkan untuk merevitalisasi maupun merenovasi sebanyak 22 sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA pada tahun ini. Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah tersebut dipangkas menjadi tujuh sekolah.
"Sebenarnya untuk 2026 ini dianggarkan 22 SD, SMP, SMA yang akan direvitalisasi atau renovasi oleh pemerintah daerah. Tetapi karena kemudian ada pemotongan DBH, Dana Bagi Hasil, dari 22 itu menjadi 7 yang dijalankan," kata Pramono di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Pramono Anung Bakal Turun Langsung Pantau Pemutihan Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah
Pramono menjelaskan, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang bangunannya sempat roboh sebelumnya berada di urutan kedelapan dalam daftar prioritas revitalisasi. Setelah menerima laporan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata), Pemprov DKI memutuskan menambah empat sekolah lagi untuk direvitalisasi tahun ini.
"Nah, SD Negeri 9 di Kebayoran Lama itu nomor 8. Jadi nomor 8, kemudian kemarin setelah dilaporkan oleh dinas terkait, Dinas Pendidikan dan juga Citata, maka saya memutuskan untuk ditambah 4 yang akan diselesaikan di tahun ini. Jadi ada 7 tambah 4 jadi ada 11," ujarnya.
Menurut Pramono, 11 sekolah yang belum masuk dalam program revitalisasi tahun ini akan diselesaikan pada tahun anggaran berikutnya. "Yang 11 akan kita selesaikan di tahun anggaran berikutnya."
(zik)
Lihat Juga :