Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
Selasa, 14 Juli 2026 - 18:43 WIB
loading...
Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh sekaligus Ketua Komisi IV DPRA Nurdiansyah Alasta bakal maju sebagai Calon Ketua DPD Demokrat Aceh pada musyawarah daerah (muda) pada Agustus mendatang. Foto: Istimewa
A
A
A
ACEH - Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh sekaligus Ketua Komisi IV DPRA Nurdiansyah Alasta bakal maju sebagai Calon Ketua DPD Demokrat Aceh pada musyawarah daerah (muda) pada Agustus mendatang. Hal tersebut dikatakannya usai mendapat dukungan dari internal mupun eksternal partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut
Nurdiansyah lahir dari keluarga besar Partai Demokrat. Ayahnya, Almarhum H. Jamidin Hamdani, merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara periode 2002–2017 sekaligus Anggota DPR Aceh.
"Saya mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil untuk mencalonkan diri sebagai Caleg DPR Aceh di Pemilu 2019 dengan niat melanjutkan perjuangan dan cita-cita orang tua yang begitu cinta kepada Pak SBY dan Partai Demokrat," tulis Nurdiansyah dalam suratnya, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: 18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Nurdiansyah mengaku telah mengantongi dukungan luas dari internal partai maupun eksternal. Dukungan itu antara lain disampaikan secara lisan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat periode 2020- 2025 Teuku Riefky Harsya di hadapan 18 Ketua DPC, serta dukungan tertulis dari 18 dari 23 Ketua DPC se-Aceh.
Dia juga mendapat dukungan dari dua organisasi sayap Partai Demokrat di Aceh, yaitu IMDI dan BMI. Di luar partai, dukungan moral juga datang dari sejumlah tokoh penting Aceh. Di antaranya Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem selaku Ketua Umum DPP Partai Aceh, Ketua DPR Aceh Zulfadhli, dan Abu Paya Pasi selaku Imam Besar Masjid Baiturrahman.
Dukungan dari eksternal tokoh masyarakat ini bakal menjadi modal kuat bagi Nurdiansyah dalam membesarkan Partai Demokrat di Aceh. "Dukungan internal dan tokoh masyarakat ini memiliki semangat yang sama yaitu kebersamaan dalam membesarkan partai dan membangun Aceh di masa yang akan datang," ujar Nurdiansyah.
Kabarnya, Nurdiansyah akan bersaing dengan kandidat lain dalam Musda Demokrat Aceh pada Agustus mendatang, yakni Sayuti Abu Bakar, mantan caleg DPR dari PKB yang gagal melenggang ke Senayan di Pileg 2019.
Sayuti yang pernah menjadi sekretaris Majelis Tinggi Partai Nangroe Aceh kini menjabat wali kota Lhokseumawe.
5 Komitmen Nurdiansyah jika Dipercaya Pimpin Demokrat Aceh
Nurdiansyah memaparkan lima komitmen jika mendapat penugasan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh:
1. Siap ditugaskan sebagai Caleg DPR RI 2029 dan menjalankan setiap arahan partai.
2. Membangun minimal 3 kantor DPC milik partai selama periode kepemimpinan.
3. Menargetkan Aceh menyumbang minimal 2 kursi DPR RI pada Pemilu 2029 dengan menggalang caleg potensial sejak dini.
4. Merapikan struktur partai dari tingkat Anak Ranting hingga DPD sesegera mungkin.
5. Laporan berkala ke DPP dan siap dievaluasi serta menerima sanksi organisasi jika tidak menjalankan komitmen.
Dia menegaskan seluruh proses pencalonan diserahkan sepenuhnya kepada kewenangan Ketum AHY. "Saya hadir dengan penuh rasa hormat, siap mengikuti seluruh mekanisme partai, serta menerima apa pun keputusan terbaik yang nantinya ditetapkan oleh Ketum AHY. Bagi saya, yang terpenting adalah tetap menjaga persatuan, marwah partai, dan semangat pengabdian kepada Partai Demokrat," pungkasnya.
Musda DPD Partai Demokrat Aceh diprediksi menjadi salah satu perhatian DPP, mengingat posisi strategis Aceh dalam peta politik nasional dan target penambahan kursi DPR pada 2029.
Nurdiansyah lahir dari keluarga besar Partai Demokrat. Ayahnya, Almarhum H. Jamidin Hamdani, merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara periode 2002–2017 sekaligus Anggota DPR Aceh.
"Saya mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil untuk mencalonkan diri sebagai Caleg DPR Aceh di Pemilu 2019 dengan niat melanjutkan perjuangan dan cita-cita orang tua yang begitu cinta kepada Pak SBY dan Partai Demokrat," tulis Nurdiansyah dalam suratnya, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: 18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Nurdiansyah mengaku telah mengantongi dukungan luas dari internal partai maupun eksternal. Dukungan itu antara lain disampaikan secara lisan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat periode 2020- 2025 Teuku Riefky Harsya di hadapan 18 Ketua DPC, serta dukungan tertulis dari 18 dari 23 Ketua DPC se-Aceh.
Dia juga mendapat dukungan dari dua organisasi sayap Partai Demokrat di Aceh, yaitu IMDI dan BMI. Di luar partai, dukungan moral juga datang dari sejumlah tokoh penting Aceh. Di antaranya Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem selaku Ketua Umum DPP Partai Aceh, Ketua DPR Aceh Zulfadhli, dan Abu Paya Pasi selaku Imam Besar Masjid Baiturrahman.
Dukungan dari eksternal tokoh masyarakat ini bakal menjadi modal kuat bagi Nurdiansyah dalam membesarkan Partai Demokrat di Aceh. "Dukungan internal dan tokoh masyarakat ini memiliki semangat yang sama yaitu kebersamaan dalam membesarkan partai dan membangun Aceh di masa yang akan datang," ujar Nurdiansyah.
Kabarnya, Nurdiansyah akan bersaing dengan kandidat lain dalam Musda Demokrat Aceh pada Agustus mendatang, yakni Sayuti Abu Bakar, mantan caleg DPR dari PKB yang gagal melenggang ke Senayan di Pileg 2019.
Sayuti yang pernah menjadi sekretaris Majelis Tinggi Partai Nangroe Aceh kini menjabat wali kota Lhokseumawe.
5 Komitmen Nurdiansyah jika Dipercaya Pimpin Demokrat Aceh
Nurdiansyah memaparkan lima komitmen jika mendapat penugasan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh:
1. Siap ditugaskan sebagai Caleg DPR RI 2029 dan menjalankan setiap arahan partai.
2. Membangun minimal 3 kantor DPC milik partai selama periode kepemimpinan.
3. Menargetkan Aceh menyumbang minimal 2 kursi DPR RI pada Pemilu 2029 dengan menggalang caleg potensial sejak dini.
4. Merapikan struktur partai dari tingkat Anak Ranting hingga DPD sesegera mungkin.
5. Laporan berkala ke DPP dan siap dievaluasi serta menerima sanksi organisasi jika tidak menjalankan komitmen.
Dia menegaskan seluruh proses pencalonan diserahkan sepenuhnya kepada kewenangan Ketum AHY. "Saya hadir dengan penuh rasa hormat, siap mengikuti seluruh mekanisme partai, serta menerima apa pun keputusan terbaik yang nantinya ditetapkan oleh Ketum AHY. Bagi saya, yang terpenting adalah tetap menjaga persatuan, marwah partai, dan semangat pengabdian kepada Partai Demokrat," pungkasnya.
Musda DPD Partai Demokrat Aceh diprediksi menjadi salah satu perhatian DPP, mengingat posisi strategis Aceh dalam peta politik nasional dan target penambahan kursi DPR pada 2029.
(rca)
Lihat Juga :